Breaking News
Trending
Beranda » Kebudayaan » Kampung Qur’an Bromo: Menanam Benih Hidayah di Balik Kabut Tengger

Kampung Qur’an Bromo: Menanam Benih Hidayah di Balik Kabut Tengger

  • account_circle agakarebacom
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di antara tebalnya kabut dan dinginnya lereng Gunung Bromo, sebuah transformasi spiritual sedang berlangsung secara senyap namun mendalam.

Kampung Quran, sebuah oase kecil di tengah masyarakat adat Tengger, membuktikan bahwa iman dan tradisi leluhur tak selamanya harus bersitegang.

Gunung Bromo bukan sekadar destinasi wisata bagi masyarakat Dusun Krajan, Desa Wonokerto. Bagi mereka, gunung ini adalah saksi bisu sebuah perubahan besar.

Bermula dari erupsi hebat tahun 2010, muncul kesadaran kolektif dari sekelompok warga untuk mencari pegangan spiritual yang lebih kokoh. Di sinilah cikal bakal “Kampung Quran” mulai bersemi.

Dari Kayu Cemara ke Cahaya Quran

Nama “Kampung Quran” mungkin terdengar ambisius bagi sebuah wilayah kecil, namun maknanya sangat dalam. Kisahnya dimulai dari sebuah mushola sederhana yang dibangun dari kayu cemara Bromo. Mushola itu diberi nama Al-Ikhlas.

Uniknya, inisiasi pembangunan ini datang dari sekitar 9 hingga 11 orang yang dulunya dikenal sebagai mantan penjudi dan pemabuk.

Mereka ingin bertaubat dan membangun tempat sujud. Melalui iuran sukarela, mushola mungil ini pun berdiri sebagai simbol kemenangan atas masa lalu yang kelam.

Mengikis “Islam KTP” Melalui Pendidikan

Dahulu, Islam di kawasan ini seringkali hanya dianggap sebagai identitas di kartu identitas (Islam KTP). Sholat hanya dilakukan saat hari raya, dan setiap hajatan selalu diiringi pembakaran kemenyan yang kuat.

Tradisi sesuguh menyajikan makanan enak untuk leluhur setiap Jumat Manis adalah praktik yang tak terelakkan.

Hadirnya Kampung Qur’an secara perlahan mengubah wajah keagamaan di lereng Bromo tanpa sedikit pun mengikis kerukunan sosial yang telah lama terjaga.

Setiap sore hari, suasana desa berubah menjadi hidup oleh lantunan ayat-ayat suci saat anak-anak berkumpul layaknya di TPQ untuk memperdalam ilmu tajwid dan belajar mengaji.

Tidak hanya generasi muda, antusiasme kaum ibu juga tampak nyata melalui perkumpulan rutin di masjid dan mushola untuk mengaji kitab kuning serta memperdalam pemahaman tentang syariat Islam.

Transformasi spiritual ini pun membuahkan hasil yang konkret pada aktivitas ibadah wajib; jika dahulu saf-saf Sholat Jumat terasa lengang karena hanya dihadiri oleh 5 hingga 7 orang, kini suasana tampak jauh lebih makmur dengan kehadiran sekitar 30 jamaah yang datang beribadah secara rutin.

Harmoni Muslim-Hindu

Selama 12 tahun keberadaannya, Kampung Quran menjadi contoh nyata toleransi yang hidup, bukan sekadar slogan.

Meski Muslim menjadi mayoritas di kantong Dusun Krajan ini, mereka hidup berdampingan secara damai dan dikelilingi oleh mayoritas umat Hindu Tengger di wilayah sekitarnya.

Kerukunan ini terjalin tanpa sekat pertentangan karena diikat oleh falsafah leluhur Tengger yang kuat, yaitu “mangan ora mangan sing penting kumpul” (kebersamaan di atas perbedaan) dan kesadaran bahwa mereka berasal dari rahim budaya yang sama.

Manifestasi toleransi ini terlihat jelas dalam tradisi sambatan (gotong royong) pembangunan rumah atau tempat ibadah tanpa memandang agama.

Saat Idul Fitri tiba, warga Hindu akan berbondong-bondong datang bersilaturahmi, menghormati, dan bersalaman ke rumah-rumah warga Muslim.

Sebaliknya, saat hari besar Hindu seperti Nyepi atau Yadnya Kasada, warga Muslim pun turut menjaga ketenangan, menghormati jalannya ritual, bahkan ikut membantu kelancaran logistik acara.

Inilah wajah Islam di lereng Bromo: Islam yang merangkul, bukan memukul; Islam yang mendidik, bukan menghardik.

Apotek Hidup di Lereng Bromo

Dakwah di Kampung Quran tidak hanya berhenti di atas sajadah atau urusan ibadah ritual semata. Gerakan ini mengintegrasikan ajaran Islam tentang menjaga bumi (khalifah fil ard) dengan kearifan lokal melalui program dakwah ekologis.

Di sinilah konsep “Apotek Hidup” menemukan relevansinya; warga diajak dan digerakkan untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka yang kosong dengan menanam tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan kencur.

Hubungan antara mengaji dan menanam ini sangat erat. Para penggerak Kampung Quran menekankan bahwa menjaga kesehatan tubuh dan kelestarian tanah Bromo adalah bagian dari rasa syukur atas nikmat Allah.

Tanaman obat ini berfungsi sebagai “apotek mandiri” yang menyediakan pertolongan pertama bagi kesehatan keluarga di tengah dinginnya lereng gunung, sekaligus mengikis ketergantungan pada obat-obatan kimia.

Ini adalah upaya nyata Kampung Quran untuk menanamkan kemandirian ekonomi-kesehatan, sekaligus membuktikan bahwa tanah Bromo yang subur harus mendatangkan maslahat nyata bagi jasmani dan rohani masyarakat.

Referensi

  1. Hasil observasi, wawancara tokoh lokal, dan catatan kunjungan akademik di Kampung Qur’an Bromo, Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Sukapura, Probolinggo.
  2. Ustadz Muhibbin – Pengajar Al-Qur’an dan penggerak kerukunan antarumat beragama di lokasi.
  3. Laporan program pemberdayaan dan dakwah kultural oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) PPPA Daarul Qur’an Jawa Timur (periode pembinaan sejak 2011).

Penulis: Dwi Ayu Istiqomah
– Sekretaris Umum – FKMTH DIY Jateng 2025/2026
– ⁠Sekretaris Umum – HMPS Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 2025
Mahasiswi IAT Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Editor: Dzulkarnain
Bahasa: Darsono. AR

  • Penulis: agakarebacom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • daftar pekerjaan bergaji tinggi tanpa ijazah di tahun 2025

    Tidak Perlu Kuliah, Ini Daftar 10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Ijazah di 2025

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 3.674
    • 0Komentar

    Pekerjaan bergaji tinggi tanpa ijazah kini menjadi impian realistis banyak orang di tahun 2025. Dalam era digital ini, kesuksesan tidak lagi ditentukan oleh gelar akademik. Kamu bisa membangun karier mapan dengan keterampilan yang relevan, bahkan tanpa menempuh bangku kuliah. Banyak perusahaan membuka lowongan kerja tanpa ijazah terbaru, terutama di sektor digital dan kreatif. Hal ini […]

  • 15.000 Orang Ditargetkan Datang ke REI Expo Kalbar 2026, Jadi Pameran Properti Terbesar di Kalibar!

    15.000 Orang Ditargetkan Datang ke REI Expo Kalbar 2026, Jadi Pameran Properti Terbesar di Kalibar!

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pontianak — REI EXPO KALBAR 2026 siap meramaikan Gaia Bumi Raya City selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Agustus 2026. Selain menghadirkan puluhan stan properti, pameran ini juga menyiapkan berbagai kegiatan yang ditujukan bagi masyarakat dan keluarga di Kalimantan Barat. Ketua Panitia REI EXPO 2026, Dedet Gunawan, mengatakan panitia menargetkan sedikitnya 15.000 pengunjung selama […]

  • Kegiatan IKA Unhas Singkawang dalam acara halal bihalal bersama alumni dan pemerintah daerah

    IKA Unhas Kalbar Perkuat Kolaborasi Daerah Lewat Halal Bihalal di Singkawang

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Singkawang — Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kalimantan Barat menggelar Silaturahmi Halal Bihalal bertajuk IKA Unhas On The Spot di Cafe Tepi Sungai, Kota Singkawang, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema Kolaborasi untuk Negeri sebagai upaya memperkuat peran alumni dalam pembangunan daerah. Momentum Konsolidasi dan Jejaring Alumni Ketua PW IKA Unhas Kalimantan Barat, Dr. […]

  • Ide Bisnis yang Ramah Lingkungan dan Menguntungkan

    7 Ide Bisnis yang Ramah Lingkungan dan Menguntungkan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Bisnis ramah lingkungan kini menjadi pilihan strategis di tengah krisis iklim global. Banyak pengusaha mulai melihat peluang bisnis ramah lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Bukan hanya itu, ide bisnis berkelanjutan ini juga terbukti menjadi bisnis menguntungkan dalam jangka panjang. Bisnis hijau menguntungkan telah menjadi magnet baru bagi generasi muda yang peduli bumi. Kesadaran akan […]

  • Pelantikan BPW Turatea Jeneponto Kalimantan Barat masa bakti 2026–2031 di Pontianak.

    Pengurus BPW Turatea Jeneponto Kalbar Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pontianak – BPW Turatea Jeneponto Kalimantan Barat resmi memasuki kepengurusan baru masa bakti 2026–2031 dengan dilantiknya Dr. Muhammad Ishak Jumarang, M.Si. sebagai Ketua BPW Turatea Jeneponto (BPW-KKT Jeneponto) Provinsi Kalimantan Barat. Momentum pelantikan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat silaturahmi, kolaborasi, serta kontribusi masyarakat Turatea Jeneponto di Kalimantan Barat, sekaligus mempererat sinergi dengan Badan Pengurus […]

  • PW IWSS Kalbar

    Gelar Pertemuan Rutin, PW IWSS Kalbar Bahas Program Kerja dan Perkuat Silaturahmi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kubu Raya – Pengurus Wilayah Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PW IWSS) Kalimantan Barat menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan arisan serta pembahasan progres program kerja bidang pendidikan, dakwah, dan kerohanian di Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (28/6/2026). Kegiatan diawali dengan tahsin Al-Qur’an yang dipimpin oleh Hj. Jamilah, S.Ag. Suasana berlangsung khidmat saat para […]

expand_less