Breaking News
Trending
Beranda » Berita » REI Kalbar Bersama Stakeholder Cari Solusi Implementasi LBS-LP2B untuk Pembangunan Berkelanjutan

REI Kalbar Bersama Stakeholder Cari Solusi Implementasi LBS-LP2B untuk Pembangunan Berkelanjutan

  • account_circle agakarebacom
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pontianak – DPD Realestate Indonesia (REI) Kalimantan Barat bersama berbagai unsur pemerintah, asosiasi, akademisi, dan pelaku usaha menghadiri forum diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Jasa Konstruksi Kalimantan Barat (FORMAJAKON Kalbar) guna membahas implementasi kebijakan Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang berdampak terhadap pembangunan perumahan dan pengembangan kawasan di Kalimantan Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Rektor Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak tersebut dihadiri Ketua DPD REI Kalimantan Barat H. Baharudin, S.E. beserta jajaran pengurus, Wasekjen DPP REI Ir. Christ Hamsi, Pembina FORMAJAKON Ir. Baskoro Effendi, DPD APERSI Kalimantan Barat beserta jajaran, perwakilan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat, perwakilan Dinas PUPRPRKP Kabupaten Kubu Raya, perwakilan Dinas Perkim Kota Pontianak, Ketua FORMAJAKON Kalimantan Barat beserta jajaran. Senin, (15/06/2026)

Turut hadir pula sebagai pembicara pada kegiatan tersebut Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb., Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCBArb., FIIArb., CIM., Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Sabda Setia Pontianak Dr. Ir. Yudi Haliman, S.H., M.H., M.M., FCBArb., FIIArb., serta sejumlah pengembang perumahan yang terdampak langsung oleh implementasi kebijakan LBS dan LP2B di berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Forum ini digelar sebagai wadah untuk menghimpun berbagai masukan dan pandangan terkait implementasi kebijakan LBS dan LP2B yang dalam pelaksanaannya turut memengaruhi pengembangan kawasan perumahan dan penyediaan hunian bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan pembangunan daerah dan ketahanan pangan secara berimbang.

Ketua DPD REI Kalimantan Barat, H. Baharudin, S.E., menegaskan bahwa REI mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan melalui perlindungan lahan pertanian.

Namun demikian, kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau juga harus menjadi perhatian bersama.

“Pada prinsipnya REI mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Namun kebutuhan masyarakat terhadap hunian juga merupakan kebutuhan dasar yang harus diperhatikan. Karena itu diperlukan kebijakan yang berimbang agar perlindungan lahan pertanian dan pembangunan perumahan dapat berjalan selaras,”ujarnya.

Menurut Baharudin, forum yang mempertemukan unsur pemerintah, asosiasi, perguruan tinggi, dan pelaku usaha tersebut menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan persepsi terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat implementasi kebijakan LBS dan LP2B.

“Diskusi ini memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman di lapangan. Dari berbagai masukan yang disampaikan, terlihat adanya komitmen bersama untuk mencari solusi yang terbaik dan berkelanjutan bagi Kalimantan Barat,” katanya.

Lebih lanjut, Baharudin menyampaikan bahwa pembahasan mengenai LBS dan LP2B tidak akan berhenti pada forum kali ini.

Ia berharap dialog serupa dapat terus dilanjutkan secara lebih mendalam sehingga menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.

“Ke depan, forum ini akan dilanjutkan kembali dengan pembahasan yang lebih intensif dan komprehensif. Harapannya, dari proses tersebut dapat lahir rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam menyempurnakan implementasi kebijakan LBS dan LP2B. Dengan demikian, tujuan menjaga ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan hunian masyarakat serta keberlanjutan pembangunan daerah,” tegasnya.

Selain itu, Bahrurudin menilai forum yang di selenggarakan oleh Formajakon ini dengan menghadirkan pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah.

Berbagai masukan yang berkembang dalam forum tersebut akan dihimpun dan menjadi bahan pembahasan lanjutan guna menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif.

Melalui forum ini, seluruh peserta sepakat bahwa komunikasi dan koordinasi antarlembaga perlu terus diperkuat agar implementasi kebijakan LBS dan LP2B dapat mendukung ketahanan pangan tanpa menghambat penyediaan hunian bagi masyarakat serta pertumbuhan sektor properti yang berkontribusi terhadap pembangunan Kalimantan Barat.


(*Red/Rls)

  • Penulis: agakarebacom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana barisan gerai makanan dan produk lokal milik warga di sekitar area pengajian ekonomi ngaji selosonan.

    Dari Majelis ke Pasar: Ketika Ngaji Selosonan Menghidupkan Ekonomi Warga

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Fenomena kegiatan keagamaan di Indonesia tidak hanya memiliki dimensi spiritual tetapi juga memiliki potensi sosial dan ekonomi yang signifikan. Di berbagai daerah, pengajian seringkali menjadi titik pertemuan bagi masyarakat di seluruh wilayah, menciptakan suasana yang dinamis yang melampaui sekadar ibadah. Contoh yang menarik adalah ngaji selosonan yang rutin diadakan di Pondok Pesantren At-Taufiqy di Rowokembu, […]

  • Retret ASN Kalbar Disorot, Pemprov Pastikan Sesuai Regulasi dan Anggaran

    Retret ASN Kalbar Disorot, Pemprov Pastikan Sesuai Regulasi dan Anggaran

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Pontianak — Polemik kegiatan retret Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akhirnya mendapat penjelasan resmi. Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi ASN yang telah diatur dalam regulasi nasional. Menurutnya, kewajiban pengembangan kompetensi ASN telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, […]

  • daftar pekerjaan bergaji tinggi tanpa ijazah di tahun 2025

    Tidak Perlu Kuliah, Ini Daftar 10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Ijazah di 2025

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 3.576
    • 0Komentar

    Pekerjaan bergaji tinggi tanpa ijazah kini menjadi impian realistis banyak orang di tahun 2025. Dalam era digital ini, kesuksesan tidak lagi ditentukan oleh gelar akademik. Kamu bisa membangun karier mapan dengan keterampilan yang relevan, bahkan tanpa menempuh bangku kuliah. Banyak perusahaan membuka lowongan kerja tanpa ijazah terbaru, terutama di sektor digital dan kreatif. Hal ini […]

  • Kolaborasi IKA Unhas, KMB, IWSS Bangun Ketahanan Pangan Lewat Peternakan Kambing & Perkebunan

    Kolaborasi IKA Unhas, KMB, IWSS Bangun Ketahanan Pangan Lewat Peternakan Kambing & Perkebunan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Kubu Raya — Tiga organisasi di Kalimantan Barat resmi menyepakati kerja sama strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kalbar, Komunitas Masyarakat Bulukumba (KMB) Kalbar, dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kalbar melakukan penandatanganan kesepahaman kolaborasi di bidang peternakan kambing dan perkebunan, Sabtu (26/4/2026), di Rasau Jaya Sekunder C, Kabupaten Kubu […]

  • Kampung Quran dan budaya masyarakat Tengger di kawasan Gunung Bromo

    Harmoni Islam dan Budaya Tengger di Kawasan Bromo

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 673
    • 78Komentar

    Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora, Universitas Negeri Islam Salatiga melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) melakukan praktik, kunjungan, atau pengamatan di lapangan di daerah Gunung Bromo yang terletak di Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengaplikasian teori dari tema alkuturasi […]

  • Penulis: ZUBAIR (Ketua Bidang Seni Budaya dan Pariwisata BPW KKSS Kalbar - Sekretaris DPW HIMAS Kalbar)

    Menghidupkan Semangat Sumpah Pemuda dalam Gerak Pariwisata Kekinian

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 971
    • 1Komentar

    MAKASSAR – Setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia selalu diingatkan pada peristiwa bersejarah yang mengubah arah perjalanan negeri ini, Sumpah Pemuda. Delapan puluh tujuh tahun sebelum era media sosial, para pemuda dari berbagai daerah telah mendeklarasikan satu tekad, satu bahasa, dan satu bangsa Indonesia. Semangat itu lahir dari kesadaran sederhana namun mendalam: bahwa perbedaan bukanlah […]

expand_less