Breaking News
Trending
Beranda » Kebudayaan » Dari Majelis ke Pasar: Ketika Ngaji Selosonan Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Majelis ke Pasar: Ketika Ngaji Selosonan Menghidupkan Ekonomi Warga

  • account_circle agakarebacom
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 139
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Fenomena kegiatan keagamaan di Indonesia tidak hanya memiliki dimensi spiritual tetapi juga memiliki potensi sosial dan ekonomi yang signifikan.

Di berbagai daerah, pengajian seringkali menjadi titik pertemuan bagi masyarakat di seluruh wilayah, menciptakan suasana yang dinamis yang melampaui sekadar ibadah.

Contoh yang menarik adalah ngaji selosonan yang rutin diadakan di Pondok Pesantren At-Taufiqy di Rowokembu, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan ini tidak hanya menyediakan tempat untuk merasakan nilai-nilai keagamaan tetapi juga secara tidak langsung menciptakan dinamika ekonomi di daerah sekitarnya.

Banyaknya jamaah dari berbagai daerah yang berpartisipasi setiap minggu menunjukkan bahwa pengajian tidak lagi menjadi kegiatan eksklusif dan terbatas.

Sebaliknya, pengajian telah berkembang menjadi ruang sosial yang dinamis. Hal ini memberikan peluang menarik bagi masyarakat setempat untuk menggunakannya sebagai sumber pendapatan.

Selosonan merupakan contoh nyata bagaimana kegiatan berbasis sosial-keagamaan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Oleh karena itu, penting untuk melihat tradisi keagamaan tidak hanya sebagai praktik spiritual tetapi juga sebagai potensi penggerak ekonomi lokal yang berbasis pada kreativitas komunitas.

Dari perspektif pengembangan ekonomi lokal, kegiatan berbasis sosial keagamaan seperti Selosonan dapat dipahami melalui konsep multiplier effect.

Multiplier Effect terjadi ketika suatu aktivitas dapat memicu aktivitas lain. Penulis menggunakan teori Frechtling, Tarigan, Moretti, dan Domanski & Gwosdz, yang menyatakan bahwa multiplier effectdalam pengembangan ekonomi lokal adalah dampak dari suatu aktivitas yang kemudian mendukung perkembangan aktivitas lain, baik secara langsung atau tidak langsung. (Ismanto & Nasrullah, 2019).

Ngaji Selosonan

Ngaji Selosonan adalah tradisi keagamaan rutin yang diadakan setiap hari Selasa oleh masyarakat sekitar Pondok Pesantren At-Taufiqy di Rowokembu.

Istilah “selosonan” sendiri berasal dari kata bahasa Jawa “seloso” yang berarti Selasa, sehingga kegiatan ini merujuk pada pengajian yang diadakan pada hari itu.

Pengajian ini dipimpin oleh kiai dari Pondok Pesantren At-Taufiqy dan dihadiri oleh jamaah dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar dan masyarakat umum, bahkan dari luar wilayah Pekalongan.

Seiring waktu, ngaji selosonan tidak hanya menjadi aktivitas keagamaan rutin, tetapi juga berkembang menjadi tradisi sosial dengan daya tariknya sendiri.

Jumlah jamaah menunjukkan bahwa aktivitas ini memiliki dampak yang kuat pada kehidupan sosial. Selain berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan agama, pengajian ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang memperkuat hubungan antara individu dan masyarakat.

Ngaji Selosonan dapat dipahami sebagai fenomena sosial-keagamaan yang dinamis dan berkembang dalam masyarakat.

Makna Spiritual dan Kegiatan Ngaji Selosonan

Secara spiritual, ngaji selosonan memiliki makna yang mendalam bagi jamaah. Kegiatan ini merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai bentuk ibadah bersama.

Ngaji Selosonan biasanya dimulai dengan solawat dan zikir bersama. Setelah itu, jamaah mendengarkan ceramah dari kiai, yang memberikan nasihat agama, penguatan moral, dan wawasan tentang ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan ngaji selosonan ini tidak hanya memberikan kedamaian batin tetapi juga memperkuat ikatan spiritual antar jamaah. Kebersamaan dalam beribadah menciptakan rasa solidaritas dan persaudaraan yang kuat.

Ngaji Selosonan bukan hanya rutinitas, tetapi praktik spiritual yang membentuk kepribadian dan memperkuat identitas keagamaan masyarakat.

Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Sekitar

Selain suasana keagamaan yang tercipta, ngaji selosonan juga memiliki dampak ekonomi yang memengaruhi masyarakat sekitar.

Kehadiran banyak jamaah setiap minggu menciptakan suasana ramai seperti pasar. Masyarakat setempat memanfaatkan momentum ini dengan membuka gerai yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman serta kebutuhan lain bagi jemaah. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

Fenomena ini mencerminkan multiplier effect, di mana satu aktivitas dapat berdampak pada aktivitas ekonomi lainnya di daerah sekitarnya.

Warga tidak hanya datang untuk mengaji tetapi juga mulai menjualkan produk mereka. Hal ini membuka peluang bagi pengembangan ekonomi lokal berdasarkan kebutuhan dan kreativitas masyarakat.

Ngaji Selosonan tidak hanya memberikan manfaat spiritual tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Karena potensinya, ngaji selosonan tidak hanya harus dilestarikan sebagai tradisi keagamaan tetapi juga dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif masyarakat.

Pemerintah desa dan pengelola setempat dapat mendorong pengembangan ekonomi lokal dan memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk yang lebih inovatif dan bernilai tinggi.

Lebih jauh lagi, pengembangan produk-produk khas, seperti kuliner lokal atau kerajinan tangan, dapat menciptakan identitas ekonomi yang memperkuat daya tarik kegiatan tersebut.

Dengan langkah-langkah yang tepat, ngaji selosonan tidak hanya dapat menjadi tempat ibadah tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitarnya.

Penulis: Yulada Syurfa
Mahasiswa Megister Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid

Editor: Dzulkarnain
Bahasa: Darsono. AR

  • Penulis: agakarebacom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penandatanganan kemitraan REI Kalbar dan FORKAS dalam misi dagang Jawa Timur-Kalimantan Barat

    Disaksikan Dua Gubernur, REI Kalbar dan FORKAS Kukuhkan Kemitraan Strategis untuk Perkuat Industri Perumahan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 2
    • 0Komentar

    PONTIANAK — Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat kemitraan dengan Forum Komunikasi Pengusaha (FORKAS) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperluas akses bahan bangunan yang kompetitif bagi anggota REI sekaligus memperkuat ekosistem usaha sektor perumahan di Kalimantan Barat. Nota Kesepahaman bernomor 007/FORKAS-MOU/VIII/2026 tersebut ditandatangani pada 11 Agustus 2026 oleh […]

  • Forum Harmonisasi SLIK OJK, DPD REI Kalbar Dorong Akses KPR MBR Lebih Luas

    Forum Harmonisasi SLIK OJK, DPD REI Kalbar Dorong Akses KPR MBR Lebih Luas

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kubu Raya — Implementasi regulasi terbaru terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK menjadi fokus utama dalam kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kubu Raya, Kamis (30/4/2026). Regulasi ini membuka peluang bagi masyarakat dengan riwayat tunggakan kredit di bawah Rp1 juta untuk tetap mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah […]

  • Kegiatan Pagelaran Opu Daeng Manambon yang Digelar oleh KKSS Kalbar

    KKSS Kalbar Sukses Gelar Pertunjukan Drama Perjalanan Opu Daeng Manambon: Minta Nama Pelabuhan Kijing Diubah

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 631
    • 3Komentar

    Pontianak, AgaKareba.com – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Provinsi Kalimantan Barat (KKSS Kalbar) sukses menggelar Pertunjukan Drama Musikal: Perjalanan Opu Daeng Manambon yang dirangkaikan dengan Mukerwil dan Halal bi Halaldi Pendopo Gubernur pada Minggu (11/05/2025). Pagelaran ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Barat dr. Harrison, Anggota DPR RI Komisi V yang juga Ketua Partai Gerindra Kalbar […]

  • Biddokkes Polda Sulbar Siaga di Pantai Mallawa, Antisipasi Sengatan Ubur-Ubur dan Bulu Babi saat Libur Lebaran

    Biddokkes Polda Sulbar Siaga di Pantai Mallawa, Antisipasi Sengatan Ubur-Ubur dan Bulu Babi saat Libur Lebaran

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MAMUJU — Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan kesehatan selama libur panjang Idul Fitri 1447 H, Kapolda Sulawesi Barat menginstruksikan jajaran Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan medis, khususnya di kawasan wisata pesisir. Menindaklanjuti arahan tersebut, Biddokkes Polda Sulbar menggelar pengamanan kesehatan di Pantai Mallawa, Kabupaten Mamuju, Rabu (25/3/2026). Kegiatan difokuskan pada pencegahan dan […]

  • 15.000 Orang Ditargetkan Datang ke REI Expo Kalbar 2026, Jadi Pameran Properti Terbesar di Kalibar!

    15.000 Orang Ditargetkan Datang ke REI Expo Kalbar 2026, Jadi Pameran Properti Terbesar di Kalibar!

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Pontianak — REI EXPO KALBAR 2026 siap meramaikan Gaia Bumi Raya City selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Agustus 2026. Selain menghadirkan puluhan stan properti, pameran ini juga menyiapkan berbagai kegiatan yang ditujukan bagi masyarakat dan keluarga di Kalimantan Barat. Ketua Panitia REI EXPO 2026, Dedet Gunawan, mengatakan panitia menargetkan sedikitnya 15.000 pengunjung selama […]

  • Kegiatan IKA Unhas Singkawang dalam acara halal bihalal bersama alumni dan pemerintah daerah

    IKA Unhas Kalbar Perkuat Kolaborasi Daerah Lewat Halal Bihalal di Singkawang

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Singkawang — Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kalimantan Barat menggelar Silaturahmi Halal Bihalal bertajuk IKA Unhas On The Spot di Cafe Tepi Sungai, Kota Singkawang, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema Kolaborasi untuk Negeri sebagai upaya memperkuat peran alumni dalam pembangunan daerah. Momentum Konsolidasi dan Jejaring Alumni Ketua PW IKA Unhas Kalimantan Barat, Dr. […]

expand_less