Harmoni Islam dan Budaya Tengger di Kawasan Bromo
- account_circle agakarebacom
- calendar_month Kam, 14 Mei 2026
- visibility 614
- comment 78 komentar

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora, Universitas Negeri Islam Salatiga melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) melakukan praktik, kunjungan, atau pengamatan di lapangan di daerah Gunung Bromo yang terletak di Dusun Krajan, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengaplikasian teori dari tema alkuturasi budaya khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para dosen dan mahasiswa memiliki tujuan yaitu untuk Menambah pengalaman praktis, memperdalam pemahaman, dan mengasah soft skill (komunikasi, kerja sama tim).
Ketika pelaksaanaanya para dosen dan mahasiawa mendapatkan arahan serta materi dari PPPA Daarul Qur’an (Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an Daarul Qur’an) yang disampaikan oleh tokoh lokal yaitu ustadz Muhibbin dengan peran pengajar Al-Qur’an dan menjaga pendekatan perdamaian antar umat beragam mengenai Tengger sebelum islam, Islamisasi Bertahap, Peraan PPPA Daarul Qur’an, Karakter sosial: Harmoni bukan konflik, persinggungan islam dan budaya tengger.
Melalui kegiatan tersebut para dosen dan mahasiwa dikenalkan lahirnya kampung muslim / kampung Qur’an sekitar + 22 tahun mulai tampak komunitas musimbtengger yang lebih terorganisir di wonokerto.
Salah satu tokoh penting adalah sumarjono/Haji Jono warga Tengger mualaf yang mewakafkan dan membangun Musala Al-Ikhlas Wal Barokah pada 2011. Awalnya musala hanya 6×6 meter (ada laporan lain 4×4 meter, kemungkinan fase pembangunan awal/ renovasi bertahap)
Pernyataan 20% kawasan kampung Qur’an lebih tepat dipahami sebagai Kantong Komunitas Muslim di tengah mayoritas hindu Tengger, bukan keseluruhan Tengger Bromo 20% muslim.
Data kecamatan Sukapura (BPS 2011, dikutip media) Muslim: 12.731 dan Hindu: 6.526. Namun distribusinya tersebar di 12 desa dan tidak merata. Beberapa desa tetep dominan hindu, sementara Wonokerto memiliki kantong muslim lebih kuat.
Di kampung Qur’an Bromo, Islam tidak hadir sebagai penakluk budaya, melinkan sebagai jalan ppendidikan, pembinaan dan harmoni di tengah masyarakat adat Tengger.
Suku Tengger yang hingga kini masih menjaga tradisi leluhur mereka. Mereka dikenal sebagai masyarakat yang hidup sederhana, menjunjung tinggi adat istiadat, serta memiliki hubungan yang erat dengan alam dan budaya warisan nenek moyang.
Di tengah kuatnya tradisi tersebut, hadir sebuah fenomena menarik berupa Kampung Quran, sebuah tempat pendidikan agama Islam yang berkembang di kawasan masyarakat Tengger.
Kehadiran Kampung Quran menjadi contoh nyata bagaimana agama dan budaya dapat hidup berdampingan melalui proses akulturasi budaya yang damai dan harmonis.
Akulturasi budaya sendiri merupakan proses percampuran dua budaya yang berbeda tanpa menghilangkan unsur asli dari masing-masing budaya tersebut.
Dalam kehidupan masyarakat Tengger, nilai-nilai Islam berkembang melalui pendekatan yang lembut dan menghormati tradisi lokal.
Islam tidak hadir untuk menghapus budaya masyarakat Tengger, tetapi menyesuaikan diri dan berjalan bersama adat yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Masyarakat Tengger sendiri memiliki sejarah yang erat dengan legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Dari kisah itulah nama “Tengger” dipercaya berasal.
Hingga kini, masyarakat Tengger masih melestarikan berbagai ritual adat, salah satunya tradisi Yadnya Kasada yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi Yadnya Kasada biasanya dilaksanakan setiap hari Rabu terakhir pada bulan Desember dan dimulai tepat pada tengah malam.
Dalam ritual tersebut, masyarakat Tengger berbondong-bondong menuju kawah Gunung Bromo sambil membawa hasil bumi dan hewan ternak sebagai persembahan.
Para petani membawa sayuran dan hasil panen, sedangkan para peternak membawa hewan ternak seperti kambing.
Tradisi ini tidak hanya menunjukkan kuatnya hubungan masyarakat Tengger dengan budaya leluhur, tetapi juga memperlihatkan nilai kebersamaan dan rasa syukur yang masih dijaga hingga sekarang.
Selain itu, pakaian adat yang dikenakan selama ritual berlangsung juga menjadi bagian penting dari identitas budaya mereka.
Kaum laki-laki mengenakan udeng atau ikat kepala khas Tengger yang dipadukan dengan busana adat menyerupai pakaian tradisional Bali, sementara kaum perempuan kalangan biasa bukan tengger mengenakan kebaya sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi.
Menariknya, di tengah kehidupan masyarakat yang masih sangat menjaga adat tersebut, pendidikan Islam dapat diterima dengan baik melalui pendekatan sosial dan budaya yang hangat.
Kampung Quran hadir bukan sebagai simbol perubahan budaya secara drastis, melainkan sebagai ruang pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, dan spiritual tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat.
Setiap sore, anak-anak di lereng Bromo berjalan kaki melewati jalan menanjak dan udara pegunungan yang dingin untuk belajar mengaji di Kampung Quran.
Di tempat sederhana itu, mereka belajar membaca Al-Quran, menghafal doa-doa pendek, dan memahami nilai kehidupan seperti kejujuran, sopan santun, dan kepedulian terhadap sesama.
Para pengajar di Kampung Quran juga menggunakan pendekatan yang penuh kesabaran dan toleransi. Mereka memahami bahwa budaya lokal merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Tengger.
Oleh karena itu, dakwah dilakukan melalui pendidikan, keteladanan, dan hubungan sosial yang baik sehingga agama dapat diterima tanpa menimbulkan konflik budaya.
Keberadaan Kampung Quran di kawasan Tengger menjadi bukti bahwa akulturasi budaya dapat menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
Nilai-nilai Islam seperti kebaikan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap sesama ternyata memiliki kesamaan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Tengger yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong.
Di tengah kehidupan modern yang sering dipenuhi perbedaan dan konflik identitas, masyarakat lereng Bromo justru menunjukkan bahwa perbedaan budaya dan keyakinan dapat menjadi kekuatan untuk membangun harmoni sosial.
Akulturasi budaya yang terjadi di kawasan ini memperlihatkan bahwa agama dan budaya tidak selalu harus dipertentangkan, melainkan dapat saling melengkapi dan memperkaya kehidupan masyarakat.
Bagi sebagian orang, Bromo mungkin hanya dikenal karena keindahan alamnya. Namun di balik kabut pegunungan dan dinginnya udara lereng gunung, terdapat pelajaran penting tentang toleransi, pendidikan, dan harmoni budaya yang hidup di tengah masyarakat Tengger.
Di kaki Gunung Bromo, akulturasi budaya tumbuh secara alami melalui sikap saling menghormati dan rasa kemanusiaan.
Dari tempat inilah kita belajar bahwa budaya dan agama dapat berjalan berdampingan tanpa harus saling menghilangkan, melainkan bersama-sama menciptakan kehidupan yang damai dan penuh makna.
Penulis: Fatikhatul Choirunnisa
Mahasiswi Ilmu Al Quran dan Tafsir, Universitas Negeri Islam Salatiga
Editor: Dzulkarnain
Bahasa: Darsono. AR
- Penulis: agakarebacom

sangat menarik karena menunjukkan bahwa Islam dan budaya lokal dapat berjalan berdampingan tanpa saling menghilangkan identitas masing-masing, untuk koreksinya mungkin salah ketik bisa dicek lagi ya
21 Mei 2026 16:36Keren 🙌
17 Mei 2026 19:13semangat terus yaa🫶
Artikelnya keren bangett, semangat berproses kawan 😊
17 Mei 2026 00:42kereen
16 Mei 2026 16:37terimakasih infonyaa
MasyaAllah keren banget siii ❤️
16 Mei 2026 16:27Keren poll
16 Mei 2026 12:04Dek…
Dari draft pertamamu boleh kacau, boleh berantakan, itu telah menandakan bahwa kamu itu berani. Dan keberanian ialah sebuah fondasi karya.
16 Mei 2026 09:19Maka jangan takut pada tulisan yang dikata jelek tapi takutlah pada tulisan yang tidak akan dimulai
Bagus bgt artikelnya. Sangat mengedukasi. Tapi lebih diperhatikan KBBI atau EYD nya yaww
16 Mei 2026 07:46MasyaAllah menambah Insight untuk mahasiswa. Keren banget
16 Mei 2026 06:46MasyaAllah. Semoga anak cucuku kelak juga bisa menjadi Ahli Qur’an ditengah gempuran gonjang ganjingnya fitnah akhir zaman. Aamiin
16 Mei 2026 05:56Indonesia sangat indah dan keren. Begitu juga dengan karya tulis ini yang tidak kalah kerennya👍
16 Mei 2026 05:44Waahh keren bangeet tulisannya😍😍 sangat edukatif dan informatif.. hal ini menunjukkan bahwa konflik agama-budaya bukan hal yang pasti terjadi. Di Tengger, keduanya justru saling melengkapi.
16 Mei 2026 01:19Artikel ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa perbedaan agama dan budaya tidak selalu menimbulkan konflik, tetapi justru bisa hidup berdampingan dengan damai. Masyarakat Tengger mampu menjaga tradisi leluhur mereka tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang dianut, sehingga tercipta sikap saling menghormati dan toleransi yang tinggi. Semoga penulis terus menghadirkan tulisan-tulisan inspiratif dan bermanfaat seperti ini. 🔥
15 Mei 2026 22:41Josjis sih
15 Mei 2026 20:38Menarik dan informatif sekali artikelnya😍
16 Mei 2026 09:18Sangat informatif kereenn polll
15 Mei 2026 20:29Wihh bagus baguss, menambah wawasan
15 Mei 2026 20:03Semangat terus kakk🥳
Seindah itu ya kalo membahas tentang toleransi, terimakasih telah berbagi pengalaman yang sangat berkesan, semangat slalu ✨️
15 Mei 2026 19:57Wahhhh keren sekaliiii
16 Mei 2026 11:21Matap👍👍…….
Bagus banget dan sangat bermanfaat.Berguna bagi anak cucu juga artikel ini,agar budaya tetap terjaga bisa di baca2 sejarah ini agar tidak hilang di kemudian hari.
Semangat…..
15 Mei 2026 18:39Keren bangett kaka, semangat yaaa🥳
15 Mei 2026 17:38Tim pelaksana kegiatan terdiri atas dosen Program Studi Ilmu Al – Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora, UIN Salatiga ” , yaitu
15 Mei 2026 15:521. Dr. M. Nuryansah, M.Hum.
2. Farid Hasan, M.Hum.
3. Almer Samantha Hidaya, M.A.
4. Yassirly Amrona Rasyada, M.PI.
5. nnisa Fadlilah, M.Ag.,
6. Ghaida Zukhruf T, M.Pd.
Serta didukung oleh mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan penyuluhan, pendampingan, dan praktik bersama masyarakat.
Pengetahuan baru buatku⭐
15 Mei 2026 13:40Woww keren 🔥
15 Mei 2026 13:28Artikel yang informatif memaparkan keselarasan antara islam dan budaya, Eitsss, jangan puas sampai situ yaa, perhatikan konsistensi kalimat tiap paragrafnya. Semangat berkarya.
wihhh, best bangett🔥
15 Mei 2026 13:23proses yang membuahkan hasil
wihhh, best bangett🔥
15 Mei 2026 13:22Dari segala aspek kece bangett emanng🔥
15 Mei 2026 10:50Artikel sangat informatif, terus dikembangkan ya🔥
15 Mei 2026 10:32Ini penting bangett.
15 Mei 2026 10:19Bagus banget informasinya, keren
15 Mei 2026 09:12Kerennnnn✨
15 Mei 2026 08:58Bagus artikelnya mengajarkan kita untuk tetap toleransi antar perbedaan. Dan ternyata disana budayanya masih kental. Keren yaa
15 Mei 2026 08:57Bagus artikelnya mengajarkan kita untuk tetap saling toleransi antar perbedaan. Dan yang lebih bagusnya lagi ternyata disana budayanya masih kental sekali. Nice 🙌
15 Mei 2026 08:55Mengajarkan toleransi agama, kedepane lebih tertata dan lebih bagus lagii. Semangat, kerenn
15 Mei 2026 07:22Ouhh proses akulturasi budaya antara Islam dan tradisi masyarakat Tengger di kawasan Bromo. Dengan Pendekatan yang digunakan melalui pendidikan, keteladanan, dan hubungan sosial menjadi contoh nyata dakwah yang damai dan toleran. Dan juga dari Kehadiran Kampung Qur’an di tengah masyarakat yang mayoritas Hindu Tengger membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus berujung konflik.
15 Mei 2026 07:11Tulisannya sudah lumayan bagus, tapi perlu lebih diperhatikan lagi penulisannya ya. pesannya kena banget…. ” sesuatu itu memang terasa berat kalau cuma dipandang dari jauh, tapi begitu dijalani, ternyata jauh lebih mudah dari yang dibayangkan. Keep writing! “
15 Mei 2026 06:55Kerenn dekk
15 Mei 2026 13:03Semoga lebih baik tambah baikk
Semangat dek
Kampung Quran Bromo membuktikan Islam dan budaya Tengger bisa hidup berdampingan secara damai. Lewat pendidikan yang menghormati adat, nilai-nilai agama dan tradisi lokal saling melengkapi, menciptakan harmoni di lereng Bromo.
15 Mei 2026 06:53Baru tahu ada yang namanya Tradisi Yadnya Kasada, terimakasih ya informasinya sangat membantu 🤩
15 Mei 2026 06:51Keren, mantappp
15 Mei 2026 06:48kerenn kakkk
15 Mei 2026 06:47Woww keren 🔥
15 Mei 2026 13:18Artikel yang informatif memaparkan keselarasan islam dan budaya. Eitss, tapi jangan cukup puas sampai situ yaa, perhatikan konsistensi kalimat tiap paragrafnya. Semangat berkarya yakk 🙂
Bagus, lebih teliti lagi dalam penulisannya🙌🏻
15 Mei 2026 06:41Penjelasan yang cukup akurat, saran saya lebih teliti dalam penulisan, konsisten pada pengulangan kata yang sama, serta perhatikan penggunaan huruf kapital untuk nama orang, tempat, atau awal kalimat.
15 Mei 2026 06:36Penulisan yang bagus, akan menumbuhkan minat baca orang. Semangat berkarya.
Waahhhh keren banget artikelnya
15 Mei 2026 06:17Isinya bagus dan menarik
15 Mei 2026 06:09semangat selalu, berproses melalui tulisan itu bagus, evaluasi setiap tulisan sebelum di up juga penting, teliti, dan menggunakan bahasa yg mudah dipahami sangat ditekankan dalam penulisan artikel, terimakasih, semoga sukses
15 Mei 2026 05:58Wiiih kereen
15 Mei 2026 05:57Wowww toleransinya kuat sekalii
15 Mei 2026 05:56keren kak
15 Mei 2026 00:58Artikel ini dapat memberikan kesan bahwa pembaca sedang mendengarkan cerita dari pengalaman seseorang. Dari artikel ini, saya menangkap suatu pesan bahwa orang yang memiliki perbedaan keyakinan dapat berjalan bersama dengan adanya budaya. Hal ini layaknya air dan minyak yang dapat bercampur dengan adanya sabun.
15 Mei 2026 00:35waahh menarikk🤩
15 Mei 2026 00:18Bagus banget si tulisannya. Jos jissss 😍
15 Mei 2026 00:12Bagus banget si tulisannya 😍
15 Mei 2026 00:11Keren, jadi pengen kesana deh 🙌
17 Mei 2026 19:12semangat terus yaa🫶
Penulisan dan penempatan kalimat sudah pasti hanya saja perlu sedikit masukan agar kalimat nya tidak typo
14 Mei 2026 23:48Isi artikelnya baguss, tinggal tentukan jadwal kesana saja🤏🏻
14 Mei 2026 23:48Dari tulisan tersebut bisa menambah wawasan, bahwa masyarakat di sana saling menghormati perbedaan dan tetap hidup damai bersama.
14 Mei 2026 23:40Keren banget artikelnyaaa, jadi makin sadar kalau perbedaan budaya dan agama tuh bisa hidup berdampingan dengan damai. Thankyou ya udah nambah wawasan soal masyarakat Tengger. Semangat terus buat nulis artikel keren kayak gini🤍
14 Mei 2026 23:38Kerennn sekali, dari tulisan ini saya jadi ingin ke bromooo, semoga besok bisa ke sana
14 Mei 2026 23:36Aaaaa suka sekali tulisannyaaaa, kaya makna dan sejarahnyaaaa. Love youuuuuuu full mbak nisakuuuuuu❤️
14 Mei 2026 23:29Artikelnya bagus, tapi lebih teliti lagi ya dalam penulisan🤗
14 Mei 2026 23:18artikel yang sangat edukatif dan informatif, ternyata di dalam keindahan bromo masih ada keindahan yang sangat indah yaitu nilai toleransi yang sangat tinggi, yang mungkin tidak semua daerah mempunyainya
14 Mei 2026 23:12kerennn bangeeet🤩, sangat sangaat edukatif dan informatif🤩 terimakasih telah memberikan gambaran sejarah yang sangat indah, seperti halnya bromo yang kita lihat saat ini🥰
14 Mei 2026 23:07kerennn bangeeet🤩 sangat sangaat edukatif dan informatif🤩
14 Mei 2026 23:05wahh sangat inspiratif toleransi budayanya, terimakasih penulis saya dapet ilmu baru nihh
14 Mei 2026 22:59wahh keren dan sangat inspiratif toleransi budayanya, terimakasih penulis saya dapet ilmu baru nihh
14 Mei 2026 22:58Sudah sangat jelas diparagraf terakhir bahwa tradisi, budaya dan agama harus berjalan bersebelahan agar tercipta kehidupan yang damai.
14 Mei 2026 22:57Baguss ,cocok untuk motivasi semua orangg
14 Mei 2026 22:56keren si baru tau ternyata dibalik pegunungan ada nuansa islami dan toleransi antar agama keren bgtt sii pengen kesaanaa deh
14 Mei 2026 22:48Kereenn…🔥👍
15 Mei 2026 16:57Waduh keren bangettt, semangat terus ya 👏✊
14 Mei 2026 16:22Waah berarti toleransi dalam hal sosial atau pun tentang perbedaan agama nya nggak kalah sama Salatiga yaa. Kerenn…
14 Mei 2026 15:05Seindah itu ya kalo membahas tentang toleransi, terimakasih telah berbagi pengalaman yang ssangat berkesan, semangat slalu ✨️
15 Mei 2026 19:56Tulisan ini mengingatkan saya bahwa setiap proses berharga. Terima kasih sudah mengingatkan untuk pantang menyerah
14 Mei 2026 14:54Artikel bagus, kedepannya lebih teliti lagi dalam penulisan agar tidak teejadi typo atau lainnya
14 Mei 2026 14:52Wihh, kerennyaaaa✨
14 Mei 2026 14:52Artikelnya keren bgt, dari artikel ini saya jadi ingin cepat cepat kesana😍
15 Mei 2026 04:22