Breaking News
Trending
Beranda » Mahasiswa » Mengapa Berpikir Kritis adalah “Rem” Wajib di Media Sosial?

Mengapa Berpikir Kritis adalah “Rem” Wajib di Media Sosial?

  • account_circle agakarebacom
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 226
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pernahkah Anda merasa sangat marah setelah membaca sebuah judul berita di media sosial, lalu langsung membagikannya tanpa sempat membaca isinya? Jika iya, Anda tidak sendirian. Kita hidup di era di mana jempol sering kali bergerak lebih cepat daripada pikiran.

Fenomena banjir informasi ini menjadi alasan kuat mengapa kesadaran berlogika harus dibangkitkan kembali. Artikel ini disusun sekaligus untuk memenuhi tugas Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. dosen pengampu mata kuliah Logic and Critical Thinking.

Riuhnya “Pasar Malam” Digital

Dunia hari ini berada dalam genggaman layar. Setiap detik, jutaan informasi tumpah ruah di platform seperti X, Instagram, dan TikTok. Namun, kecepatan distribusi ini tidak berbanding lurus dengan kualitas pemahaman masyarakat.

Media sosial kini tak ubahnya pasar malam yang bising; semua orang berteriak menawarkan informasi, mulai dari edukasi hingga konspirasi. Masalahnya, algoritma tidak didesain untuk menyaring mana yang benar, melainkan mana yang paling menarik perhatian.

Di tengah situasi ini, kemampuan berpikir kritis menjadi “barang mewah” yang sangat dibutuhkan. Tanpa logika yang kokoh, kita bukan lagi pengguna teknologi, melainkan korban dari arus informasi yang sering kali bias.

Masalah ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda yang terpapar layar sejak dini hingga generasi tua yang kerap menjadi sasaran empuk berita bohong atau hoaks.

Menakar Nalar di Tengah Polarisasi

Mengapa kita begitu mudah percaya pada hal-hal yang belum tentu benar? Jawabannya terletak pada cara kerja otak kita yang cenderung mencari pembenaran atas keyakinan pribadi (confirmation bias).

Pertempuran logika ini terjadi di mana-mana, mulai dari ruang grup WhatsApp keluarga hingga kolom komentar media sosial yang memicu perpecahan. Terutama di masa krusial seperti tahun politik atau krisis kesehatan, ketiadaan filter logika dapat memicu konflik sosial yang nyata di dunia fisik.

Dalam studi Logic and Critical Thinking, kita diajarkan bahwa berpikir kritis bukanlah sekadar gemar mendebat, melainkan kejujuran intelektual untuk mengevaluasi informasi berdasarkan bukti, bukan emosi.

Kita sering menjumpai kesesatan berpikir (logical fallacy) di ruang siber, seperti Ad Hominem di mana seseorang menyerang pribadi lawan bicaranya, bukan argumennya. Atau Strawman Fallacy, di mana seseorang memelintir ucapan orang lain agar mudah dijatuhkan. Dengan memahami pola-pola ini, kita memiliki “perisai” agar tidak mudah dimanipulasi oleh narasi yang menyesatkan.

Ringkasan:

Di tengah banjir hoaks media sosial, logika dan berpikir kritis adalah kunci. Artikel ini mengulas cara menjaga nalar agar tak termanipulasi informasi digital.

Deskripsi Singkat:

Artikel ini mengeksplorasi urgensi berpikir kritis di era media sosial untuk menghindari kesesatan berpikir. Disusun oleh Bintang Naura Panda Mulla dengan NIM 1152500120 guna memenuhi tugas Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. dosen mata kuliah Logic and Critical Thinking di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.


Penulis: Bintang Naura Panda Mulla
Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus Surabaya


Editor: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: agakarebacom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • daftar pekerjaan bergaji tinggi tanpa ijazah di tahun 2025

    Tidak Perlu Kuliah, Ini Daftar 10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Ijazah di 2025

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 3.677
    • 0Komentar

    Pekerjaan bergaji tinggi tanpa ijazah kini menjadi impian realistis banyak orang di tahun 2025. Dalam era digital ini, kesuksesan tidak lagi ditentukan oleh gelar akademik. Kamu bisa membangun karier mapan dengan keterampilan yang relevan, bahkan tanpa menempuh bangku kuliah. Banyak perusahaan membuka lowongan kerja tanpa ijazah terbaru, terutama di sektor digital dan kreatif. Hal ini […]

  • Suasana Kampung Quran Bromo yang diselimuti kabut tebal lereng Tengger

    Kampung Qur’an Bromo: Menanam Benih Hidayah di Balik Kabut Tengger

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Di antara tebalnya kabut dan dinginnya lereng Gunung Bromo, sebuah transformasi spiritual sedang berlangsung secara senyap namun mendalam. Kampung Quran, sebuah oase kecil di tengah masyarakat adat Tengger, membuktikan bahwa iman dan tradisi leluhur tak selamanya harus bersitegang. Gunung Bromo bukan sekadar destinasi wisata bagi masyarakat Dusun Krajan, Desa Wonokerto. Bagi mereka, gunung ini adalah […]

  • Kolaborasi KNPI dan GP Ansor, Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda di Momen HUT Kota Pontianak

    Kolaborasi KNPI dan GP Ansor, Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda di Momen HUT Kota Pontianak

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 308
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-254 Kota Pontianak dan Hari Sumpah Pemuda ke-97, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pontianak bersama GP Ansor Kota Pontianak menggelar Festival Adat Budaya dan Panggung Ekspresi di Tugu Taman Digulis Untan. Kegiatan ini menjadi pusat semarak bagi pemuda dan masyarakat kota. Selasa (28/10/2025) Festival menampilkan berbagai […]

  • REI Ketapang–Kayong Utara 2025–2028 Dilantik, Properti Jadi Lokomotif Ekonomi

    REI Ketapang–Kayong Utara 2025–2028 Dilantik, Properti Jadi Lokomotif Ekonomi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Ketapang – Pengurus Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Ketapang–Kayong Utara periode 2025–2028 resmi dilantik dalam acara yang digelar di Ballroom Grand Zuri, Sabtu (11/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran sektor properti dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Pelantikan ini turut dihadiri oleh Bupati Ketapang yang diwakili Sekretaris Daerah, Repalianto, S.Sos., M.Si., […]

  • Suasana barisan gerai makanan dan produk lokal milik warga di sekitar area pengajian ekonomi ngaji selosonan.

    Dari Majelis ke Pasar: Ketika Ngaji Selosonan Menghidupkan Ekonomi Warga

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Fenomena kegiatan keagamaan di Indonesia tidak hanya memiliki dimensi spiritual tetapi juga memiliki potensi sosial dan ekonomi yang signifikan. Di berbagai daerah, pengajian seringkali menjadi titik pertemuan bagi masyarakat di seluruh wilayah, menciptakan suasana yang dinamis yang melampaui sekadar ibadah. Contoh yang menarik adalah ngaji selosonan yang rutin diadakan di Pondok Pesantren At-Taufiqy di Rowokembu, […]

  • Retret ASN Kalbar Disorot, Pemprov Pastikan Sesuai Regulasi dan Anggaran

    Retret ASN Kalbar Disorot, Pemprov Pastikan Sesuai Regulasi dan Anggaran

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Pontianak — Polemik kegiatan retret Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akhirnya mendapat penjelasan resmi. Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi ASN yang telah diatur dalam regulasi nasional. Menurutnya, kewajiban pengembangan kompetensi ASN telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, […]

expand_less