Breaking News
Trending
Beranda » Mahasiswa » Mengapa Berpikir Kritis adalah “Rem” Wajib di Media Sosial?

Mengapa Berpikir Kritis adalah “Rem” Wajib di Media Sosial?

  • account_circle agakarebacom
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 184
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pernahkah Anda merasa sangat marah setelah membaca sebuah judul berita di media sosial, lalu langsung membagikannya tanpa sempat membaca isinya? Jika iya, Anda tidak sendirian. Kita hidup di era di mana jempol sering kali bergerak lebih cepat daripada pikiran.

Fenomena banjir informasi ini menjadi alasan kuat mengapa kesadaran berlogika harus dibangkitkan kembali. Artikel ini disusun sekaligus untuk memenuhi tugas Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. dosen pengampu mata kuliah Logic and Critical Thinking.

Riuhnya “Pasar Malam” Digital

Dunia hari ini berada dalam genggaman layar. Setiap detik, jutaan informasi tumpah ruah di platform seperti X, Instagram, dan TikTok. Namun, kecepatan distribusi ini tidak berbanding lurus dengan kualitas pemahaman masyarakat.

Media sosial kini tak ubahnya pasar malam yang bising; semua orang berteriak menawarkan informasi, mulai dari edukasi hingga konspirasi. Masalahnya, algoritma tidak didesain untuk menyaring mana yang benar, melainkan mana yang paling menarik perhatian.

Di tengah situasi ini, kemampuan berpikir kritis menjadi “barang mewah” yang sangat dibutuhkan. Tanpa logika yang kokoh, kita bukan lagi pengguna teknologi, melainkan korban dari arus informasi yang sering kali bias.

Masalah ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda yang terpapar layar sejak dini hingga generasi tua yang kerap menjadi sasaran empuk berita bohong atau hoaks.

Menakar Nalar di Tengah Polarisasi

Mengapa kita begitu mudah percaya pada hal-hal yang belum tentu benar? Jawabannya terletak pada cara kerja otak kita yang cenderung mencari pembenaran atas keyakinan pribadi (confirmation bias).

Pertempuran logika ini terjadi di mana-mana, mulai dari ruang grup WhatsApp keluarga hingga kolom komentar media sosial yang memicu perpecahan. Terutama di masa krusial seperti tahun politik atau krisis kesehatan, ketiadaan filter logika dapat memicu konflik sosial yang nyata di dunia fisik.

Dalam studi Logic and Critical Thinking, kita diajarkan bahwa berpikir kritis bukanlah sekadar gemar mendebat, melainkan kejujuran intelektual untuk mengevaluasi informasi berdasarkan bukti, bukan emosi.

Kita sering menjumpai kesesatan berpikir (logical fallacy) di ruang siber, seperti Ad Hominem di mana seseorang menyerang pribadi lawan bicaranya, bukan argumennya. Atau Strawman Fallacy, di mana seseorang memelintir ucapan orang lain agar mudah dijatuhkan. Dengan memahami pola-pola ini, kita memiliki “perisai” agar tidak mudah dimanipulasi oleh narasi yang menyesatkan.

Ringkasan:

Di tengah banjir hoaks media sosial, logika dan berpikir kritis adalah kunci. Artikel ini mengulas cara menjaga nalar agar tak termanipulasi informasi digital.

Deskripsi Singkat:

Artikel ini mengeksplorasi urgensi berpikir kritis di era media sosial untuk menghindari kesesatan berpikir. Disusun oleh Bintang Naura Panda Mulla dengan NIM 1152500120 guna memenuhi tugas Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. dosen mata kuliah Logic and Critical Thinking di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.


Penulis: Bintang Naura Panda Mulla
Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus Surabaya


Editor: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: agakarebacom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi IKA Unhas, KMB, IWSS Bangun Ketahanan Pangan Lewat Peternakan Kambing & Perkebunan

    Kolaborasi IKA Unhas, KMB, IWSS Bangun Ketahanan Pangan Lewat Peternakan Kambing & Perkebunan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kubu Raya — Tiga organisasi di Kalimantan Barat resmi menyepakati kerja sama strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kalbar, Komunitas Masyarakat Bulukumba (KMB) Kalbar, dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kalbar melakukan penandatanganan kesepahaman kolaborasi di bidang peternakan kambing dan perkebunan, Sabtu (26/4/2026), di Rasau Jaya Sekunder C, Kabupaten Kubu […]

  • Kegiatan IKA Unhas Singkawang dalam acara halal bihalal bersama alumni dan pemerintah daerah

    IKA Unhas Kalbar Perkuat Kolaborasi Daerah Lewat Halal Bihalal di Singkawang

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Singkawang — Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kalimantan Barat menggelar Silaturahmi Halal Bihalal bertajuk IKA Unhas On The Spot di Cafe Tepi Sungai, Kota Singkawang, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema Kolaborasi untuk Negeri sebagai upaya memperkuat peran alumni dalam pembangunan daerah. Momentum Konsolidasi dan Jejaring Alumni Ketua PW IKA Unhas Kalimantan Barat, Dr. […]

  • HUT KPR ke-49 Jadi Momentum Aksi Kemanusiaan REI Kalbar untuk Sumatra

    HUT KPR ke-49 Jadi Momentum Aksi Kemanusiaan REI Kalbar untuk Sumatra

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 150
    • 2Komentar

    PONTIANAK — DPD Real Estat Indonesia (REI) Kalimantan Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana yang melanda Aceh dan Sumatra Utara. Dalam penggalangan terbaru, REI Kalbar berhasil menghimpun donasi sebesar Rp31 juta yang berasal dari kontribusi para anggota. Bantuan tersebut disalurkan melalui Bank BTN sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT KPR ke-49. Minggu (14/12/2025) Sebelumnya, […]

  • Pelantikan BPW Turatea Jeneponto Kalimantan Barat masa bakti 2026–2031 di Pontianak.

    Pengurus BPW Turatea Jeneponto Kalbar Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pontianak – BPW Turatea Jeneponto Kalimantan Barat resmi memasuki kepengurusan baru masa bakti 2026–2031 dengan dilantiknya Dr. Muhammad Ishak Jumarang, M.Si. sebagai Ketua BPW Turatea Jeneponto (BPW-KKT Jeneponto) Provinsi Kalimantan Barat. Momentum pelantikan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat silaturahmi, kolaborasi, serta kontribusi masyarakat Turatea Jeneponto di Kalimantan Barat, sekaligus mempererat sinergi dengan Badan Pengurus […]

  • Suasana barisan gerai makanan dan produk lokal milik warga di sekitar area pengajian ekonomi ngaji selosonan.

    Dari Majelis ke Pasar: Ketika Ngaji Selosonan Menghidupkan Ekonomi Warga

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Fenomena kegiatan keagamaan di Indonesia tidak hanya memiliki dimensi spiritual tetapi juga memiliki potensi sosial dan ekonomi yang signifikan. Di berbagai daerah, pengajian seringkali menjadi titik pertemuan bagi masyarakat di seluruh wilayah, menciptakan suasana yang dinamis yang melampaui sekadar ibadah. Contoh yang menarik adalah ngaji selosonan yang rutin diadakan di Pondok Pesantren At-Taufiqy di Rowokembu, […]

  • Ide Bisnis yang Ramah Lingkungan dan Menguntungkan

    7 Ide Bisnis yang Ramah Lingkungan dan Menguntungkan

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Bisnis ramah lingkungan kini menjadi pilihan strategis di tengah krisis iklim global. Banyak pengusaha mulai melihat peluang bisnis ramah lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Bukan hanya itu, ide bisnis berkelanjutan ini juga terbukti menjadi bisnis menguntungkan dalam jangka panjang. Bisnis hijau menguntungkan telah menjadi magnet baru bagi generasi muda yang peduli bumi. Kesadaran akan […]

expand_less