Breaking News
Trending
Beranda » Mahasiswa » Mengapa Berpikir Kritis adalah “Rem” Wajib di Media Sosial?

Mengapa Berpikir Kritis adalah “Rem” Wajib di Media Sosial?

  • account_circle agakarebacom
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pernahkah Anda merasa sangat marah setelah membaca sebuah judul berita di media sosial, lalu langsung membagikannya tanpa sempat membaca isinya? Jika iya, Anda tidak sendirian. Kita hidup di era di mana jempol sering kali bergerak lebih cepat daripada pikiran.

Fenomena banjir informasi ini menjadi alasan kuat mengapa kesadaran berlogika harus dibangkitkan kembali. Artikel ini disusun sekaligus untuk memenuhi tugas Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. dosen pengampu mata kuliah Logic and Critical Thinking.

Riuhnya “Pasar Malam” Digital

Dunia hari ini berada dalam genggaman layar. Setiap detik, jutaan informasi tumpah ruah di platform seperti X, Instagram, dan TikTok. Namun, kecepatan distribusi ini tidak berbanding lurus dengan kualitas pemahaman masyarakat.

Media sosial kini tak ubahnya pasar malam yang bising; semua orang berteriak menawarkan informasi, mulai dari edukasi hingga konspirasi. Masalahnya, algoritma tidak didesain untuk menyaring mana yang benar, melainkan mana yang paling menarik perhatian.

Di tengah situasi ini, kemampuan berpikir kritis menjadi “barang mewah” yang sangat dibutuhkan. Tanpa logika yang kokoh, kita bukan lagi pengguna teknologi, melainkan korban dari arus informasi yang sering kali bias.

Masalah ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda yang terpapar layar sejak dini hingga generasi tua yang kerap menjadi sasaran empuk berita bohong atau hoaks.

Menakar Nalar di Tengah Polarisasi

Mengapa kita begitu mudah percaya pada hal-hal yang belum tentu benar? Jawabannya terletak pada cara kerja otak kita yang cenderung mencari pembenaran atas keyakinan pribadi (confirmation bias).

Pertempuran logika ini terjadi di mana-mana, mulai dari ruang grup WhatsApp keluarga hingga kolom komentar media sosial yang memicu perpecahan. Terutama di masa krusial seperti tahun politik atau krisis kesehatan, ketiadaan filter logika dapat memicu konflik sosial yang nyata di dunia fisik.

Dalam studi Logic and Critical Thinking, kita diajarkan bahwa berpikir kritis bukanlah sekadar gemar mendebat, melainkan kejujuran intelektual untuk mengevaluasi informasi berdasarkan bukti, bukan emosi.

Kita sering menjumpai kesesatan berpikir (logical fallacy) di ruang siber, seperti Ad Hominem di mana seseorang menyerang pribadi lawan bicaranya, bukan argumennya. Atau Strawman Fallacy, di mana seseorang memelintir ucapan orang lain agar mudah dijatuhkan. Dengan memahami pola-pola ini, kita memiliki “perisai” agar tidak mudah dimanipulasi oleh narasi yang menyesatkan.

Ringkasan:

Di tengah banjir hoaks media sosial, logika dan berpikir kritis adalah kunci. Artikel ini mengulas cara menjaga nalar agar tak termanipulasi informasi digital.

Deskripsi Singkat:

Artikel ini mengeksplorasi urgensi berpikir kritis di era media sosial untuk menghindari kesesatan berpikir. Disusun oleh Bintang Naura Panda Mulla dengan NIM 1152500120 guna memenuhi tugas Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. dosen mata kuliah Logic and Critical Thinking di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.


Penulis: Bintang Naura Panda Mulla
Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus Surabaya


Editor: Rahmat Al Kafi

  • Penulis: agakarebacom

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penandatanganan kemitraan REI Kalbar dan FORKAS dalam misi dagang Jawa Timur-Kalimantan Barat

    Disaksikan Dua Gubernur, REI Kalbar dan FORKAS Kukuhkan Kemitraan Strategis untuk Perkuat Industri Perumahan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PONTIANAK — Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat kemitraan dengan Forum Komunikasi Pengusaha (FORKAS) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperluas akses bahan bangunan yang kompetitif bagi anggota REI sekaligus memperkuat ekosistem usaha sektor perumahan di Kalimantan Barat. Nota Kesepahaman bernomor 007/FORKAS-MOU/VIII/2026 tersebut ditandatangani pada 11 Agustus 2026 oleh […]

  • Buka Puasa Bersama REI Kalbar dan Perbankan Perkuat Sinergi Pembiayaan Perumahan

    Buka Puasa Bersama REI Kalbar dan Perbankan Perkuat Sinergi Pembiayaan Perumahan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 161
    • 1Komentar

    PONTIANAK — Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Barat menggelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu, Rabu (25/2/2026), di Ballroom Meranti Hotel Mercure Pontianak. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota pengembang REI Kalbar serta sejumlah pimpinan perbankan di Pontianak. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Bank BTN Pontianak, Kepala Cabang […]

  • daftar pekerjaan bergaji tinggi tanpa ijazah di tahun 2025

    Tidak Perlu Kuliah, Ini Daftar 10 Pekerjaan Bergaji Tinggi Tanpa Ijazah di 2025

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 3.663
    • 0Komentar

    Pekerjaan bergaji tinggi tanpa ijazah kini menjadi impian realistis banyak orang di tahun 2025. Dalam era digital ini, kesuksesan tidak lagi ditentukan oleh gelar akademik. Kamu bisa membangun karier mapan dengan keterampilan yang relevan, bahkan tanpa menempuh bangku kuliah. Banyak perusahaan membuka lowongan kerja tanpa ijazah terbaru, terutama di sektor digital dan kreatif. Hal ini […]

  • Suasana Kampung Quran Bromo yang diselimuti kabut tebal lereng Tengger

    Kampung Qur’an Bromo: Menanam Benih Hidayah di Balik Kabut Tengger

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Di antara tebalnya kabut dan dinginnya lereng Gunung Bromo, sebuah transformasi spiritual sedang berlangsung secara senyap namun mendalam. Kampung Quran, sebuah oase kecil di tengah masyarakat adat Tengger, membuktikan bahwa iman dan tradisi leluhur tak selamanya harus bersitegang. Gunung Bromo bukan sekadar destinasi wisata bagi masyarakat Dusun Krajan, Desa Wonokerto. Bagi mereka, gunung ini adalah […]

  • Biddokkes Polda Sulbar Siaga di Pantai Mallawa, Antisipasi Sengatan Ubur-Ubur dan Bulu Babi saat Libur Lebaran

    Biddokkes Polda Sulbar Siaga di Pantai Mallawa, Antisipasi Sengatan Ubur-Ubur dan Bulu Babi saat Libur Lebaran

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 217
    • 0Komentar

    MAMUJU — Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan kesehatan selama libur panjang Idul Fitri 1447 H, Kapolda Sulawesi Barat menginstruksikan jajaran Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan medis, khususnya di kawasan wisata pesisir. Menindaklanjuti arahan tersebut, Biddokkes Polda Sulbar menggelar pengamanan kesehatan di Pantai Mallawa, Kabupaten Mamuju, Rabu (25/3/2026). Kegiatan difokuskan pada pencegahan dan […]

  • Kegiatan IKA Unhas Singkawang dalam acara halal bihalal bersama alumni dan pemerintah daerah

    IKA Unhas Kalbar Perkuat Kolaborasi Daerah Lewat Halal Bihalal di Singkawang

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle agakarebacom
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Singkawang — Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kalimantan Barat menggelar Silaturahmi Halal Bihalal bertajuk IKA Unhas On The Spot di Cafe Tepi Sungai, Kota Singkawang, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema Kolaborasi untuk Negeri sebagai upaya memperkuat peran alumni dalam pembangunan daerah. Momentum Konsolidasi dan Jejaring Alumni Ketua PW IKA Unhas Kalimantan Barat, Dr. […]

expand_less