Connect with us

News

Rapat APBD-P Sulsel “Di Laut” Dikritisi DPRD

Published

on

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni'matullah Erbe.

Agakareba.com, Makassar – Gagasan pejabat Gubenur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono menggelar rapat bersama dengan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta anggota DPRD membahas APBD Perubahan 2018, “di laut” menuai kritik dan diminta agar dikaji ulang.

“Tentu suasananya pasti berbeda, tetapi ini perlu pertimbangan yang matang sebab kondisi alam Indonesia saat ini sedang diuji, apalagi tidak kondusif, makanya ini harus dikaji ulang,” kata Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah Erbe di Makassar, Rabu (8/8/2018).

Menurut dia, gagasan rapat bersama untuk membahas APBD Perubahan serta RAPBD 2019 yang akan diikuti 300 pejabat di atas kapal Pelni yang akan berlayar dari Makassar ke Surabaya harus dipikirkan, sebab melihat kondisi saat ini beberapa daerah dilanda bencana. Meski pemerintah provinsi beralasan rapat di atas laut bisa mengefesiensikan anggaran karena saat ini keuangan sedang defisit, namun perlu dicermati juga perubahan-perubahan alam yang sedang terjadi termasuk beban keuangan daerah.

“Apakah nanti kalau ini direalisasikan tidak menggangu stamina para pejabat dan anggota DPRD?. Mengingat perjalanan laut juga punya risiko seperti tinggi gelombang serta ganguan lainnya misalnya ada yang kena mabuk laut,” beber Ketua DPD Demokrat Sulsel itu.Ia menyarankan agar gagasan ini di kaji ulang, atau digantikan rapat bersama di atas kereta api, seperti yang pernah dilakukan Pemprov DKI Jakarta saat membahas APBD bersama pejabatnya.

“Kalau rapat di kereta kan bisa dari Yogyakarta menuju Surabaya, atau sebaliknya. Kan di Sulsel transportasi keretanya belum jalan, tetapi di Pulau Jawa kereta api banyak, ini juga menjadi pengalaman berharga juga buat kami,” papar pria akrab disapa Ulla itu.

Namun, ia menilai gagasan menggelar rapat di atas kapal Pelni merupakan ide brilian dan akan menjadi sejarah, hanya saja perlu dianalisa serta dikaji lebih dalam terutama terkait konsekwensinya.

“Masih banyak tempat di sini kalau mau rapat tanpa harus mengeluarkan anggaran besar. Pada dasarnya kami siap melaksanakan rapat bersama membahas APBD meskipun itu di Makassar,” tambahnya. Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono menyampaikan rencana menggelar rapat bersama 300 pejabat pemprov di atas kapal Pelni yang sudah dipesan, untuk membahas APBD Perubahan 2018 dan RAPBB 2019, berlayar dari Makassar menuju Surabaya.

Ia mengatakan pelaksanaannya telah diserahkan kepada Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahman untuk ditindaklanjuti perencanaannya. Yang jelas kapal Pelni sudah disiapkan untuk membahas APBD bersama tim transisi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. “Sederhana saja kan rapatnya kita duduk-dudk bersama dan bisa bekerja semalam suntuk di dalam kapal, dari Makassar menuju Surabaya. Itu sudah disepakati, jadwalnya nanti tunggu laporan Bapedda,” kata Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri tersebut Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahman mengaku untuk keberangkatan pejabat menggunakan kapal Pelni belum dipastikan, karena masih menunggu kesiapan dan jadwal pejabat gubernur. Kapal Pelni sudah dicarter (disewa). “Nanti setibanya di Surabaya pejabat pulang menggunakan pesawat. Kan ongkos kapal laut jauh lebih murah dari pada naik pesawat pulang pergi, gagasan ini bertujuan untuk efisiensi,” ujarnya.

Secara terpisah pengamat politik dari Unhas, Zulhajar menilai gagasan itu sebagai bentuk pemborosan uang negara di tengah defisit anggaran daerah sebesar Rp121 Miliar, sesuai disampaikan Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman beberapa waktu lalu.

“Kegiatan rapat bersama di laut hanya menghambur-hamburkan uang, sementara kas daerah Sulsel sedang mengalami defisit. Serapan anggaran juga masih jauh dari harapan, sebaiknya rapat cukup dilaksanakan di Makassar saja,” ucapnya. Staf pengajar program studi Ilmu Politik Unhas ini, beranggapan pejabat gubernur akan mewariskan contoh kurang elok dalam pengelolaan anggaran yang berdampak pada gubernur terpilih yang akan dilantik pada pertengahan September 2018. (mdf)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

News

Pendaftar CPNS Pemprov Sulsel Capai 8.213 Orang

Published

on

Pendaftar tersebut terbagi atas pelamar formasi guru 2.470 orang, kesehatan 2.997 orang dan teknis 2.746 orang.

Agakareba.com, Makassar – Pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga Senin sore pukul 17.00 WITA mencapai 8.213 orang.

“Pendaftar tersebut terbagi atas pelamar formasi guru 2.470 orang, kesehatan 2.997 orang dan teknis 2.746 orang,” ujar Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Aparatur Sipil Negara, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Irwan Syah, di Makassar, Senin (15/10/2018).

Pendaftaran, kata dia lagi, akan resmi ditutup pada Senin pukul 23.59 WITA. Setelah proses pendaftaran ditutup, lanjutnya, BKD akan merampungkan proses verifikasi berkas yang telah diunggah oleh pendaftar.

Verifikasi berkas ini, kata dia, telah dilakukan sejak pekan lalu, dan akan terus dilakukan sampai tanggal 20 Oktober. “Verifikasi juga dilakukan secara online oleh 20 pegawai BKD Sulsel,” ujarnya pula.

Ia mengatakan pengumuman bagi peserta yang tidak lulus berkas akan disampaikan langsung ke masing-masing peserta lewat akun pendaftaran.

“BKD akan menyertakan alasan peserta tidak lolos verifikasi,” ujarnya.

Setelah pengumuman verifikasi berkas, peserta bisa langsung mencetak kartu tes. Untuk jadwal dan lokasi tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan ditentukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) “Selesai verifikasi kami serahkan semua ke BKN. Untuk lokasi tes CPNS pemprov kemungkinan dilakukan di Kantor Regional BKN IV. Nanti jadwalnya juga dari sana,” kata Irwan pul. Pemprov Sulsel membuka 401 formasi CPNS untuk tahun 2018.

Formasi ini terdiri dari dua kategori, yakni formasi khusus masing-masing lulusan cumlaude sebanyak 12 formasi, disabilitas empat formasi, dan eks tenaga honorer K2 1 formasi. Sementara untuk formasi umum, tenaga guru sebanyak 184 formasi, kesehatan 124, dan tenaga teknis 76 formasi. (njp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

News

Pemkab Mamuju Kirim 150 Relawan Bantu Palu

Published

on

Sekretaris daerah Kabupaten Mamuju, Suaib.

Agakareba.com, Mamuju – Pemerintah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, mengirimkan sebanyak 150 relawan untuk membantu korban gempa berkekuatan 7,4 skala richter di Donggala dan Palu Provinsi Sulteng.”Lima truk logistik bersama 150 orang tim relawan menuju Palu untuk membantu korban gempa Palu,” kata sekretaris daerah Kabupaten Mamuju, Suaib di Mamuju, Kamis (4/10/2018).

Ia mengatakan relawan yang dikirim itu terdiri dari taruna siaga bencana, tenaga medis, Satpol PP, Rescue Pemadam Kebakaran dan sejumlah, personil lainnya.

Menurut dia bantuan pemerintah di Mamuju ke Palu Donggala sebelumnya mendapat hambatan dari masyarakat korban gempa karena meminta paksa bantuan yang diberikan di tengah jalan. “Namun permintaan masyarakat korban gempa itu sangat dipahami dan bukanlah sesuatu yang perlu ditanggapi luar biasa karena tindakan tersebut murni karena kebutuhan mereka yang mendesak,” katanya. Ia mengatakan atas permintaan paksa tersebut maka pemerintah di Mamuju langsung menurunkan sekitar 20 karung beras dan 20 dus mie instan.

“Dan Alhamdulillah bantuan telah didistribusikan, dan pemerintah membangun posko kemanusiaan di lokasi pasca gempa,” katanya. (mfh)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

News

Empat Korban Gempa Palu Tiba di Mamuju

Published

on

Empat warga Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, yang menjadi korban gempa dan tsunami tiba di Bandara Tampapadang, Kabupaten Mamuju.

Agakareba.com, Mamuju – Empat warga Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, yang menjadi korban gempa dan tsunami tiba di Bandara Tampapadang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Minggu (30/9/2018) siang.

Keempat warga Palu, yakni Erly dan anaknya Yantonius, Ari Prasetyo dan istrinya Dina Diana, tiba di Bandara Tampapadang Mamuju menggunakan pesawat khusus pengangkut logistik pada Minggu siang sekitar pukul 12.15 WITA.

“Kami sangat takut sebab setiap saat terjadi gempa,” kata Erly, ditemui di Bandara Tampapadang Mamuju.

Warga pada umumnya, kata Erly, ingin meninggalkan Kota Palu karena takut akibat setiap saat terjadi gempa.

Ia menceritakan bahwa saat terjadi gempa, hampir seluruh bangunan luluh lantak akibat guncangan gempa yang sangat kuat. “Saat terjadi gempa, tidak ada orang yang bisa berdiri karena guncangannya sangat kuat. Saya sempat terhempas ke aspal sehingga tangan dan kaki saya terluka,” kata Erly, yang mengaku tinggal tak jauh dari Mal Ramayana Palu yang ambruk.

Erly bersama tiga warga Palu lainnya menceritakan dahsyatnya tempat berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang daerah itu.

“Tadi, sebelum kami naik pesawat, banyak warga yang ingin meninggalkan Palu. Kondisi disana sudah sangat memprihatinkan, tidak ada listrik dan jaringan telekomunikasi juga terputus. Jadi, kami memutuskan meninggalkan Palu dan hendak ke Makassar, karena ada keluarga saya disana,” tutur Erly.

Warga Palu lainnya, Ari Prasetyo juga menceritakan suasana mencekam saat gempa melanda Palu dan Donggala.

“Kami bertahan di jalan sambil berbaring dan tidak berani masuk rumah. Saat itu situasinya sangat mencekam,” kata Ari Prasetyo.

Ari Prasetyo yang mengaku sebagai pegawai Bank Sulteng dan Dina Diana mengatakan akan ke Makassar sampai kondisi Palu kembali pulih.

“Kami akan ke Makassar dulu sebab tidak mungkin bisa tinggal di Palu dengan kondisi masih seperti sekarang,” terang Ari Prasetyo. (amr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Agakareba.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya.
© Media Agakareba.com termasuk salah satu anggota jaringan Media Agakareba Group (MAG).
Email :
redaksi@agakareba.com
WA Center :
0878-15557788 , 0855-7777888
© Terbit Sejak 16 Maret 2017