Connect with us

Makassar

Polda Sulsel Dukung Program BPJS Ketenagakerjaan

Published

on

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen, Umar Septono.

Agakareba.com, Makassar – Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyatakan siap mendukung terselenggaranya program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan mendorong tingkat kepatuhan pemberi kerja di Sulsel.

“BPJS Ketenagakerjaan adalah lembaga negara yang menjalankan amanah undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 untuk turut mendorong kesejahteraan pekerja dan keluarganya, dan tentunya kami juga sebegai lembaga penegak berjalannya hukum dan aturan perundang-undangan tersebut siap mengawal dan mensukseskan program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Umar Septono di Makassar, Selasa (17/4/2018).

Sebelumnya Kapolda Sulsel pada sesi khusus dengan Deputi Direktur Wilayah Badan Peneyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Sudirman Simamora di ruang kerjanya, Senin (16/4/2018) menyebutkan, pihaknya bersama BPJS Ketenagakerjaan siap berkoordinasi sesuai garis komando.

Termasuk bersinergi dengan Polda untuk melakukan sosialisasi bersama Polres atau Polsek agar pemberi kerja benar-benar mendaftar dan melindungi seluruh pekerja dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

Berkaitan dengan hal itu, lanjut dia, pihaknya meminta kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk fokus dan turut memperhatikan pekerja dan masyarakat kecil, sehingga hak-hak mereka sebagai warga Negara, yakni mendapatkan perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dapat terlaksana dan meluas di seluruh wilayah di Sulsel.

Dia juga mengatakan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan guna meningkatkan kepedulian kepada masyarakat kecil, pertama orang miskin tidak butuh belas kasihan, yang dibutuh adalah perlindungan dan rasa peduli.

“Kedua kita butuh mereka sebagai ladang berkah dan ketiga untuk menyentuh mereka lakukanlah dengan kerendahan hati.” ujarnya.

Kapolda juga menyampaikan apresiasinya pada pihak BPJS Ketenagakerjaan yang menjemput bola turun ke pasar-pasar untuk mendaftarkan pekerja informal. Ini adalah salah satu bentuk kerendahan hati BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah Badan Peneyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Sudirman Simamora menjelaskan maksud pertemuannya dengan Kapolda tersebut selain membangun hubungan silahturahmi juga mengharapkan dukungan Polda Sulsel agar dapat turut mengawal berjalannya program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya meningkatkan kepatuhan perusahaan.

Tingkat universal coverage kepesertaan BPJS Ketenagkerjan di Sulsel baru mencapai 29 persen dari total pekerja yang terlindungi, kami mengharapkan dari pertemuan ini dapat berujung pada hubungan baik dalam perluasan kepesertaan dan peningkatan kepatuhan peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya selalu siap turun lapangan bersama Polda untuk melakukan sosialisasi bersama tentang pentingnya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan di Sulsel.

Sudirman menambahakan, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Program JKK misalnya, memberikan manfaat layanan antara lain biaya transportasi dari lokasi kecelakaan kerja ke rumah sakit, pengobatan di PLKK sampai dengan sembuh dan Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja.

Termasuk Santunan Cacat hingga 56 kali gaji terlapor, Santunan kematian Akibat Kecelakaan Kerja hingga 48 kali gaji terlapor dan Beasiswa bagi satu orang anak dari peserta yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

Saat ini masih banyak pekerja informal atau bukan penerima upah belum terlindungi oleh BPJS Ketenagakeraan, padahal tingkat resiko kerja mereka cukup rentan terjadi resiko kerja,” kunci Sudirman. (smp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Makassar

Soni Sarankan DPMPTSP Miliki Aplikasi Kepuasan Konsumen

Published

on

Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono. (kiri)

Agakareba.com, Makassar – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Soni Sumarsono menyarankan agar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memiliki aplikasi yang dapat mengukur tingkat kepuasan konsumen.

“Saya sarankan memang harus ada satu lagi aplikasi sistem untuk mengukur ‘happiness’ konsumen,” kata Soni di Makassar, Selasa (24/4/2018).

Aplikasi ini, jelasnya, berupa layar monitor yang menunjukkan emoticon tersenyum, datar, atau cemberut. Masyarakat yang puas terhadap pelayanan yang diberikan akan memilih emotion tersenyum, sebaliknya yang kurang puas akan memilih emotion cemberut.

“Jadi langsung kelihatan persentasenya, dari 100 yang dilayani berapa yang tersenyum, yang menilai masyarakat langsung, bukan lagi atasannya,” jelas Soni.

Secara umum Soni mengatakan DPMPTSP Sulsel sudah menunjukkan kinerja yang sangat baik. DPMPTSP, kata dia, telah memenuhi standar secara sistem.

“Sudah ada 344 perizinan di DPMPTSP wu t, dan sudah satu pintu, karena semua perwakilan dinas teknis sudah ada di sini, di lantau dua,” ucapnya.

Para tenaga yang melayani masyarakat, lanjutnya, juga cekatan, profesional, dan dilakukan secara gratis, tanpa pungutan biaya apa pun.

“Saya monitor memang tidak ada yang bayar, dengan sistem yang terbuka ini saya yakin pungli dan sogok-sogok tidak ada lagi,” pungkasnya. (njp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Turnamen Liga Ramadhan Siap Dipatenkan

Published

on

Panitia sekaligus penggagas turnamen Liga Ramadhan berencana mematenkan ajang tersebut setelah mendapat respon dan dikenal masyarakat luas.

Agakareba.com, Makassar – Panitia sekaligus penggagas turnamen Liga Ramadhan berencana mematenkan ajang tersebut setelah mendapat respon dan dikenal masyarakat luas.

Sekretaris Panitia Liga Ramadhan 2018, Syarif Lily di Makassar, Selasa (24/4/2018) mengatakan pematenan turnamen ini cukup penting agar bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Jadi kita memiliki rencana untuk mematenkan nama Liga Ramadhan.Kita coba berkolaborasi dengan pihak terkait agar turnamen ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Liga Ramadhan saat ini memang sudah masuk perhatian nasional.

Bahkan dirinya melihat sendiri bagaimana masyaraka saat berkunjung di beberapa daerah di Indonesia, kata dia, tidak sedikit yang mengaku ikut memantau perkembangan Liga Ramadhan di Makassar.

Apalagi dalam beberapa pelaksanaan sebelumnya memang rutin melibatkan para pemain nasional yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air.

Khususnya saat kompetisi Indonesia masih dalam status menjalani sanksi dari federasi sepak bola dunia yakni FIFA. Saat itu tidak sedikit yang sengaja didatangkan tim yang berlaga di turnamen tersebut termasuk di antaranya pemain asing.

“Kami juga tentunya berharap dukungan semua pihak termasuk kalangan media agar semakin besar gaungnya,” ujarnya.

Ketua Panitia Herman Rante mengatakan penyelenggara turnamen sepak bola Liga Ramadhan yang dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, 10 Mei – 10 Juni 2018 dibatasi hanya sebanyak 32 tim peserta.

Ia menjelaskan, 32 tim peserta yang ambil bagian pada turnamen ini berasal dari berbagai klub dan instansi di Makassar. Selain itu, kata dia, juga dihadiri beberapa tim yang berasal dari luar Makassar yang tentunya diharapkan semakin meningkatkan kualitas pertandingan.

Adapun tim itu masing-masing Panciro Jaya, Raider 700, Bangau Putra, PS Kencana Sakti, Japfa, Glory 86 FC, Mastor FC, Bank Papua, PS Taeng, IM FC, Adzkar, Rappokalling, Kalegowa United, PS Pelajar Soppeng, Makassar United dan Tamalate FC.

Selanjutnya Rajawali FC, Black Sea Fathir, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank Sulselbar, Bank Sulselbar Syariah, Sultan Jaya, Hikma FC, PSAD, Zaka FC, Dharma Lautan A, Mesran Pertamina, Popwil Sulsel, Electric PLN, Manjalling Gowa serta terakhir yakni Kasta Kabupaten Bantaeng. (akd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Penerimaan PKB Suksel Naik 9,65 Persen

Published

on

Kepala Bapenda, Sulsel, Tautoto Tanaranggina.

Agakareba.com, Makassar – Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan I 2018 naik 9,65 persen dibanding triwulan I tahun 2017.

“Pada triwulan pertama tahun 2017 perolehan PKB Sulsel sebesar Rp246,6 miliar sementara triwulan pertama tahun ini mencapai Rp270,4 miliar,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Tautoto Tanaranggina di Makassar, Senin (23/4/2018).

Ia mengatakan pertumbuhan ini cukup tinggi jika dibandingkan pertumbuhan perolehan PKB tahun 2016-2017 yang hanya naik sebesar 5,48 persen.

Menurut Tautoto, penerimaan PKB tahun 2018 dipengaruhi oleh adanya pemberlakuan pengurangan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari 12,5 persen menjadi 10 persen yang berlaku sejak Januari 2018. Selain itu, juga adanya penurunan pajak progresif yang juga berlaku mulai 2018.

Lebih lanjut, ia mengatakan penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) juga meningkat 14 persen.

“Pada triwulan I 2017 pencapaian sebesar Rp128,6 miliar dan pada periode yang sama tahun ini sebesar Rp146,9 miliar dari target sebesar Rp601 miliar lebih,” jelasnya.

Penerimaan pajak air permukaan (PAP), kata dia, juga naik sebesar 9,33 persen dibandingkan tahun 2017. Triwulan I 2017 perolehan PAP sebesar Rp128,6 miliar dan tahun 2018 sebesar Rp149,9 miliar dari target sebesar Rp86 miliar lebih.

Sementara itu, penerimaan BBNKB mengalami penurunan 3,62 persen karena adanya pengurangan tarif BBNKB dari 12,5 persen menjadi 10 persen yang mulai berlaku Januari 2018.

Ia menambahkan tahun 2018 ini Bapenda Sulsel menargetkan penerimaan pajak daerah sebesar Rp3,5 triliun lebih atau 37 persen dari APBD Sulsel yang sebesar Rp9,4 triliun. (njp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending