Connect with us

Makassar

Pertamina MOR VII Bangun Posyandu di Makassar

Published

on

PT Pertamina (Persero) VII Sulawesi melalui program Bina Lingkungan membangun Posyandu Mandiri Teratai II di kelurahan Pandang, Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Agakareba.com, Makassar – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi melalui program Bina Lingkungan membangun Posyandu Mandiri Teratai II di kelurahan Pandang, Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Bantuan pembangunan Posyandu ini diberikan untuk pembangunan fisik Posyandu beserta instalasi jalur air dan listrik senilai Rp110 juta,” kata Unit Manajer Komunikasi dan CSR PT Pertamina MOR VII, Roby Hervindo di Makassar, Selasa (10/7/2018).

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pertamina khususnya di bidang kesehatan.

Saat ini, lanjutnya, meski mengalami penurunan setiap tahunnya, kasus gizi buruk masih menjadi salah satu permasalahan utama di bidang kesehatan.

“Karenanya dibutuhkan upaya-upaya dalam penanganannya, salah satunya yakni melalui program Posyandu,” ujar Roby.

Bantuan pembangunan Posyandu ini, diberikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam kemudahan pelayanan kesehatan di kelurahan Pandang.Sebelumnya, Pertamina telah melakukan survei dan menganalisa kondisi kebutuhan masyarakat setempat. Berdasarkan data yang diperoleh, kelurahan Pandang memang termasuk yang membutuhkan layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.

Dengan adanya Posyandu yang sasaran utamanya bayi dan balita ini, diharapkan dapat berdampak langsung untuk meningkatkan gizi anak khususnya bayi dan balita “Melalui Posyandu, pengontrolan pertumbahan dan perkembangan anak dapat dilakukan diantaranya pemantauan berat badan dan pemenuhan gizi sehingga dapat meminimalisir ataupun tidak lagi ditemukan kasus gizi buruk di lapangan,” kata Roby.

Posyandu yang telah telah diresmikan pada Sabtu (7/7/2018) juga diharapkan dapat menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), melahirkan dan nifas.”Posyandu ini juga akan dapat meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB), serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat dan sejahtera di wilayah tersebut,” ujar Roby.

Sektor Kesehatan, menjadi salah satu prioritas Pertamina dalam program bantuan Bina Lingkungan. Tidak hanya Posyandu, di wilayah Sulawesi.

Pertamina juga telah memberikan bantuan program kesehatan lainnya yakni jamban sehat, pembangunan MCK umum, renovasi dan alat kesehatan bagi Puskesmas/Puskesdes/Polindes, operasi katarak gratis serta bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas.”Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, Pertamina telah menggulirkan dana bantuan Bina Lingkungan di sektor peningkatan kesehatan di wilayah Sulawesi lebih dari Rp2 miliar,” kata Roby.

Sedangkan, Camat Panakkukang, Andi Pangeran Nur Akbar menyakini setelah adanya bangunan permanen yang layak untuk Posyandu di Kelurahan Pandang, ke depan pelayanan kesehatan untuk warganya akan lebih baik.”Semoga posyandu ini memberikan manfaat khususnya bagi ibu-ibu yang memiliki balita. Kami berterima kasih kepada Pertamina yang telah merespons permohonan bantuan untuk membangun posyandu di kelurahan Pandang dengan cepat,” ujarnya. (njp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Makassar

Film Cindola Na Tape Tayang Agustus 2018

Published

on

Para Pemeran Film Cindola Na Tape karya sineas Makassar, Sulawesi Selatan siap tayang di layar lebar seluruh bioskop tanah air mulai 23 Agustus 2018.

Agakareba.com, Makassar – Film Cindolo Na Tape karya sineas Makassar, Sulawesi Selatan siap tayang di layar lebar seluruh bioskop tanah air mulai 23 Agustus 2018.

“Intinya film ini kelanjutan dari film pendek sebelumnya. Kalau dulu Timi dan Ian masih SMP, sekarang mereka sudah duduk di bangku SMA,” kata sutradara film tersebut, Andi Burhamzah melalui siaran persnya, Jumat (20/7/2018).

Film ini merupakan produksi ulang dari film pendek berjudul sama yang pernah booming di tahun 2007. Cinta Sama Dengan Cindolo Na Tape merupakan garapan 786 Production dan Timur Pictures Maizura dikenal sebagai penyanyi bersuara merdu berperan sebagai Cinde selaku bintang utama. Sedangkan Timi diperankan oleh Andi Thesar Resandy dan Brillian Sondakh sebagai Ian.

Film ini menceritakan dua remaja yang bersahabat sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama. Beragam kisah mewarnai kehidupan Timi dan Ian, termasuk cintanya pada Cinde (Maizura) Karakter Timi dan Ian menjadi kekuatan dari cerita di film itu. Bagi publik Makassar, terutama yang sudah menonton film pendek Cinta sama dengan Cindolo Na Tape yang diproduksi tahun 2007, pasti memiliki kerinduan menyaksikan Timi dan Ian hadir di layar lebar.

Selain itu kehadiran Maizura sebagai Cinde merupakan karakter baru yang diprediksi bakal menyaingi Milea-nya Dilan. Akting jebolan dari The Voice Of Indonesia ini membuat banyak orang terkagum-kagum.

Dirinya percaya dengan mengandalkan 100 persen aktor dan aktris Makassar, film Cinta sama dengan Cindolo na Tape akan menjadi tontonan yang menghibur dan dekat dengan kehidupan keseharian.

penampilan Syukri yang saat ini sedang hits dengan sejumlah web seriesnya,” tutur Anca disapa akrab itu. (mdf)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Polisi Limpahkan Perkara Abu Tour ke Kejaksaan

Published

on

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes, Dicky Sondani.

Agakareba.com, Makassar – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan melimpahkan kasus jemaah umrah PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) ke Kejaksaan Negeri Makassar setelah semua berkas perkara dinyatakan lengkap oleh tim jaksa peneliti.

“Karena kasusnya sudah P-21 (dinyatakan lengkap) oleh jaksa peneliti di Kejati Sulsel, maka sesuai dengan jadwal hari ini langsung pelimpahan tahap dua,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, di Makassar, Jumat (20/7/2018).

Ia mengatakan pelimpahan perkara dengan tersangka bos Abu Tours Hamzah Mamba yang ditanganinya sejak beberapa bulan lalu itu telah beberapa kali mendapat perbaikan-perbaikan sesuai dengan petunjuk dari tim jaksa peneliti.

Dicky menyatakan semua syarat formil dan materiil yang diminta oleh tim jaksa peneliti Kejati Sulsel sudah dipenuhi hingga akhirnya kasusnya dinyatakan lengkap.

“Setelah pelimpahan tahap dua selesai, tersangka dan barang buktinya, maka proses selanjutnya sudah berada di tangan kejaksaan sebelum disidangkan di pengadilan,” katanya.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel Salahuddin menyatakan pelimpahan tahap dua dilakukan setelah semua proses pemeriksaan berkas perkara dinyatakan lengkap dan memenuhi semua unsur tindak pidananya.

“Setelah semua selesai, pelimpahan dari polda ke kejati kemudian diteruskan ke Kejari Makassar untuk didaftarkan di panitera pengadilan sebelum disidangkan,” katanya lagi.

Sebelumnya, Jumat (23/3/2018), penyidik Polda Sulsel menetapkan Hamzah Mamba sebagai tersangka karena perusahaannya yang bergerak di bidang travel umrah itu tidak mampu memberangkatkan jemaahnya ke Arab Saudi.

Total kerugian para jemaah umrah yang jumlahnya sebanyak 96.601 orang itu diperkirakan lebih dari Rp1,4 triliun sesuai dengan besaran dana yang masuk dari setiap jemaah.

Atas ketidakmampuan dari pihak Abu Tour dalam memberangkatkan jamaah umrah ini, pihaknya menjerat tersangka dengan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta pasal 45 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kombes Dicky Sondani menyatakan ancaman hukuman yang disangkakan kepada tersangka adalah pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar. (muh)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil di Sulbar

Published

on

Polres Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan menangkap kawanan pelaku penggelapan kendaraan roda empat pada dua tempat berbeda yakni di Makassar, Sulsel dan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Agakareba.com, Makassar – Polres Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan menangkap kawanan pelaku penggelapan kendaraan roda empat pada dua tempat berbeda yakni di Makassar, Sulsel dan di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Selama dua hari anggota berhasil menangkap dua orang kawanan pelaku penggelapan mobil, dan yang satu sudah ada di mapolres, satunya lagi dalam perjalanan dari Sulbar,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan AKP Benny Pornika, di Makassar, Jumat (20/7/2018).

Ia mengatakan kedua pelaku yang diamankan itu, yakni Imran dan Anchu selaku penadahnya. Pelaku Imran melakukan penggelapan mobil jenis Suzuki Carry milik Merly di Jalan Tarakan Makassar.

Benny menerangkan proses tindak pidana penggelapan mobil itu terjadi pada Februari 2018. Korban yang merasa ditipu kemudian melaporkan pelaku ke Polres Pelabuhan Makassar.

Berdasarkan pelaporan tersebut, polisi kemudian melakukan pemeriksaan kepada korban untuk melacak keberadaan para pelakunya hingga akhirnya menemukan lokasi pelariannya.

Dia menyatakan, pelaku pertama yang ditangkap adalah Imran di Kota Makassar, setelah sebelumnya melarikan ke Kabupaten Bulukumba dan kembali lagi ke Makassar.

“Infonya berada di Kabupaten Bulukumba dan saat dikejar ke sana ternyata sudah balik lagi ke Makassar. Nanti di Makassar di rumah salah seorang kerabatnya baru bisa ditangkap,” katanya pula.

Benny menambahkan penangkapan Imran kemudian dikembangkan untuk menangkap pelaku lainnya, karena ikut terlibat dalam penggelapan satu unit mobil yang mengakibatkan kerugian bagi korbannya sebesar Rp128 juta.

“Pelaku Imran ini menjual mobil itu kepada rekannya Anchu sebesar Rp4 juta. Anchu usai membeli mobil itu kemudian membawanya ke Sulbar sebelum diringkus,” kata dia lagi. (muh)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Agakareba.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya.
© Media Agakareba.com termasuk salah satu anggota jaringan Media Agakareba Group (MAG).
Email :
redaksi@agakareba.com
WA Center :
0878-15557788 , 0855-7777888
© Terbit Sejak 16 Maret 2017