Connect with us

Makassar

Pemprov Tingkatkan Kapasitas Pengelola Aplikasi Standarisasi Harga

Published

on

Agakareba.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam hal ini Biro Pengelolaan Barang dan Aset Daerah meningkatkan kapasitas pengelola Aplikasi Standar Satuan Harga dan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah melalui bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar di Makassar.

“Kegiatan ini memiliki makna strategis sebagai langkah awal perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD) 2019,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Tautoto Tanaranggina di Makassar, Kamis (19/4/2018).

Penerapan ke-dua aplikasi tersebut dalam penyusunan APBD 2019, kata dia, dilakukan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

“Ini juga sesuai dengan arahan KPK, dan termasuk dalam bagian Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi,” imbuhnya.

Dengan diterapkannya aplikasi ini, lanjutnya, nantinya semua kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan terintegrasi dan terlihat dalam aplikasi tersebut.

Biro Pengelolaan Barang dan Aset Daerah, kata dia, akan memeriksa dan melakukan verifikasi, serta berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menyusun e-planning.

“Dengan adanya besaran harga yang ditetapkan sebagai acuan pengadaan barang milik daerah dalam perencanaan, akan tercipta pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” tambahnya.

Sementara Kepala Biro Pengelolaan Barang dan Aset Daerah Nurlina mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait Aplikasi Standar satuan Harga dan Aplikasi Rencana Kebutuhan.

“Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sub Bagian Program maupun staf yang sehari-hari memang menjalankan aplikasi ini,” kata dia. (njp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Makassar

Menaker Siapkan Pelatihan bagi Pengungsi Korban Gempa

Published

on

Menteri Tenaga Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri.

Agakareba.com, Makassar – Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri menyiapkan pelatihan bagi pengungsi korban gempa dan tsunami Palu, Donggala, Sulawesi Tengah.

“Ini akan ditangani secara komprehensif oleh pemerintah, sementara ini masih diselesaikan tanggap bencana itu,” kata Muhammad Hanif disela BLK Makassar Fair 2018 di Kantor Balai Latihan Kerja, Makassar, Rabu (17/10/2018).

Menurut dia, nanti pada saat rehabilitas pihaknya akan membantu memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan para korban bencana alam agar dapat kembali bekerja.

Pasca gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018), selain warga kehilangan rumah, juga kehilangan pekerjaan, karena sarana dan prasana rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Menyikapi hal itu, lanjut Menaker, pihaknya siap memberikan pelatihan sesuai dengan bidang kerja para korban bencana. Namun bila ada yang ingin beralih usaha, juga akan difasilitasi untuk mendapatkan keterampilan.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada kesempatan yang sama mengatakan, pengungsi asal Palu-Donggala yang ada di wilayah kerjanya sudah sekitar 15 ribu orang.

“Kabupaten Soppeng saja, sudah 3.000 orang yang menjadi tanggungan Pemkab Soppeng,” katanya memberikan gambaran jumlah pengungsi di satu wilayah.

Dia mengatakan, para pengungsi korban bencana alam tersebut telah mendapatkan fasilitas kesehatan, posko pengungsian, sembako dan fasilitas lainnya.

Khusus di Sulsel, sebagian besar pengunsgi ditampung di Asrama Haji Sudiang, Makassar yang juga menjadi lokasi penerimaan bantuan logistik dan penanganan ‘trauma healing” bagi anak-anak korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi. (sur)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

PSM Berkekuatan 20 Pemain Hadapi Borneo FC

Published

on

Sekretaris tim PSM, Andi Widya Syadzwina.

Agakareba.com, Makassar – PSM Makassar berkekuatan sebanyak 20 pemain menghadapi tuan rumah Borneo FC pada lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ke-26 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, 19 Oktober 2018.

Sekretaris tim PSM Andi Widya Syadzwina di Makassar, Rabu (17/10/2018) mengatakan seluruh pemain telah bertolak dari Kota Daeng dan tiba dengan selamat di Bandara Balikpapan pada pukul 15.35 waktu setempat.

“Jadi 20 pemain yang diboyong hari ini diantaranya Rivky Mokodompit, Imam Arief Fadillah, Fauzan Jamal, Reva Adi Utama, Zulkifli Syukur, Ardan Aras, M Arfan,” katanya.

Selanjutnya Marc Anthony Klok, Wiljan Pluim, Guy Junior, M Rahmat, Hendra Wijaya, Wasyiat Hasbullah, Rasyid Bakri, Rizky Pellu, Saldy, Heri Susanto, Steven Paulle, Abdul Rahman, Alessandro Ferreira Leonardo,” lanjut dia.

Sementara Pelatih PSM Robert Rene Alberts berharap seluruh pemain bisa menampilkan permainan terbaiknya sepeti yang dilakukan pada empat pertandingan terakhir tim “Juku Eja” yang sukses diakhirinya dengan sebuah kemenangan.

Pihaknya juga mengaku membutuhkan poin di laga tandang kali ini demi menjaga posisi dan peluang menjuarai kompetisi tertinggi di tanah air tersebut.

Saat ini, tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan itu masih menempel ketat Persib Bandung di puncak klasemen sementara dengan 44 poin atau selisih satu poin dari Maung Bandung. PSM juga butuh poin agar tidak terkejar oleh Persija Jakarta yang berada diposisi ketiga dengan 42 poin. (abd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Pengungsi Gempa

Published

on

Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, AKP Diaritz Felle.

Agakareba.com, Makassar – Polsek Biringkanaya mengamankan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur yang merupakan pengungsi gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, AKP Diaritz Felle di Makassar, Rabu (17/10/2018) mengatakan, korban perempuan berinisial SH (7) dicabuli oleh pelaku MI (14) di sebuah rumah kosong.

“Antara korban dan pelaku tidak saling kenal. Korban dicabuli di suatu tempat, rumah kosong setelah dibawa pergi oleh pelaku MI,” ujarnya.

Dia menjelaskan kronologi perbuatan bejat yang dilakukan IM terhadap korban bermula ketika korban sedang berjalan keluar rumah pamannya bersama temannya berinisial B, sesama anak sebayanya.

Korban yang dititip sementara di rumah pamannya di Sudiang, Makassar oleh orang tuanya itu sedang keluar rumah bersama dengan temannya B.

Namun saat dalam perjalanan, di sekitar Bumi Permata Hijau (BPH) Sudiang Makassar itu, pelaku melihat korban berjalan bersama temannya.

Pelaku yang sempat bertanya beberapa pertanyaan kepada korban dan temannya sedikit kebingungan dan menyadari jika korban adalah bukan warga di sekitar kompleks Sudiang, sehingga pelaku menyuruh B untuk pulang ke rumahnya.

“Pelaku menyuruh B ini pulang karena tahu anak sekitar kompleks. Kemudian pelaku terhadap korban berjanji akan mengantarkannya pulang setelah diajak pergi untuk dimintai tolong,” katanya.

Diaritz menyatakan korban yang dibawa ke rumah kosong itu kemudian diminta untuk membuka pakaian dan celananya oleh pelaku. Korban menolak, namun pelaku tetap memaksa.

Usai kejadian itu, pelaku kemudian mengantarkan pelaku hingga ke depan rumah pamannya. Saat korban baru sampai di rumah, korban SH langsung memeluk pamannya sambil menangis dan melaporkan kejadian yang dialaminya.

Sontak paman korban bersama warga setempat langsung mengamankan pelaku dan melaporkannya ke Polsek Biringkanaya. Polisi yang datang ke lokasi kejadian kemudian mengamankan pelaku dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

“Kasusnya sekarang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar karena Polsek tidak memiliki Unit PPA. Kasusnya tetap diproses sesuai aturan dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Bapas (balai pemasyarakatan) karena pelaku juga masih di bawah umur,” jelasnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku diancam dengan Pasal 81 Jo Pasal 76d dan 76e Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tap Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (mhs)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Agakareba.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya.
© Media Agakareba.com termasuk salah satu anggota jaringan Media Agakareba Group (MAG).
Email :
redaksi@agakareba.com
WA Center :
0878-15557788 , 0855-7777888
© Terbit Sejak 16 Maret 2017