Connect with us

Makassar

OJK Dorong Laku Pandai Layani Daerah Terpencil

Published

on

Ketua OJK Sulampua, Zulmi. (kanan)

Agakareba.com, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mendorong pihak perbankan libatkan agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) untuk melayani kebutuhan keuangan masyarakat di daerah terpencil.

Ketua OJK 6 Sulampua Zulmi di Makassar, Kamis (5/4/2018) berharap dengan kebijakan seperti itu akan membuat transaksi perbankan semakin besar dan dijangkau seluruh kalangan masyarakat.

“Jadi kita juga mendorong bank-bank yang ada di Makassar ini untuk dapat nasabah yang berada di daerah yang tidak terjangkau,” jelasnya.

Berdasarkan data per Februari 2018 menyebutkan jika jumlah agen Laku Pandai yang beroperasi di ibu kota provinsi Sulawesi Selatan itu telah mencapai 2.060 agen.

Adapun data agen laku pandai di 24 kabupaten/kota di Sulsel yakni yang pertama tentu Makassar dengan sebanyak 2.06o agen (81.344 nasabah), Kabupaten Maros sebanyak 706 agen dengan jumlah nasabah sebanyak 9.608 nasabah.

Selanjutnya Kabupaten Sidenreng Rappang sebanyak 671 agen laku pandai (1.252 nasabah), Kabupaten Gowa sebanyak 605 agen (17.573 nasabah), Kabupaten Bone 572 agen (1.012 nasabah), Kabupaten Pinrang sebanyak 553 agen (3.031 nasabah).

Berikutnya ada Parepare sebanyak 486 agen laku pandai (4.149 nasabah), Kabupaten Luwu sebanyak 463 agen (28.400 nasabah), Kota Palopo sebanyak 438 agen (5.983 nasabah), Pangkajene dan kepulauan sebanyak 373 agen dengan total nasabah sebanyak 11.341 orang.

Disusul kemudian Kabupaten Wajo sebnyak 373 agen (2.271 nasabah), Kabupaten Bulukumba sebanyak 361 agen (5.018 nasabah), Kabupaten Sinjai sebanya 369 agen (7.254 nasabah), Toraja Utara dengan 360 agen (2.473 nasabah), Kabupaten Soppeng sebanyak 343 agen (7.299 nasabah).

Serta Kabupaten Takalar sebanyak 317 agen (11.348 nasabah), Kabupaten Barru sebanyak 303 (9.261 nasabah), Kabupaten Enrekang sebanyak 295 agen (10.014 nasabah), Kabupaten Jeneponto sebanyak 233 agen (26.127 nasabah), Bantaeng sebanyak 211 agen (8.261 nasabah), Kepulauan Selayar sebanyak 122 agen (3.948), Luwu Timur sebanyak 23 agen, Luwu Utara 14 agen, Tanah Toraja 9 agen. Diluar Makassar yang telah menjadi pusat aktifitas perbankan, OJK berharap pihak perbankan bisa lebih fokus memberikan layanan kepada masyarakat yang jauh atau tidak terjangkau perbankan.

Salah satunya dengan mengirim dan menyalurkan para agen laku pandai yang dimiliki perbankan untuk melayani kebutuhan perekonomian masyarakat terpencil.

“Terkait mengapa Makassar (pusat perbankan) yang justru memiliki lebih banyak agen laku pandai, memang ini yang menarik,” ujarnya. (akd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Makassar

Wakapolda Sulsel dan Pamen Lainnya di Mutasi

Published

on

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol, Dicky Sondani.

Agakareba.com, Makassar – Mabes Polri melakukan mutasi kepada sejumlah perwira tinggi serta perwira menengahnya yang diantaranya adalah Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Brigjen Pol Risyapudin Nursin.

TR (telegram rahasia) sudah turun dan diterima dibagian SDM Polda Sulsel. Kalau di Sulsel itu Wakapolda dan Karumkit Bhayangkara yang dimutasi,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Minggu (18/11/2018).

Brigjen Pol Risyapudin Nursin yang sesuai dengan mutasinya akan menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Biro Pengkajian Strategi Staf Operasi (Karojianstra Sops) Polri.

Jabatan wakapolda nantinya akan diisi pejabat baru yakni Brigjen Pol Adnas yang sebelumnya menempati jabatan di Jianstra Sops Polri.

Antara Wakapolda lama dan baru ini hanya bertukar tempat saja. Brigjen Risyapudin mengisi jabatan Brigjen Adnas, sedangkan Adnas menduduki jabatan Risyapudin,” terangnya.

Selain Wakapolda Sulsel, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Ujung Pandang pada Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Aris Budiyanto juga diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabiddokkes Polda Sulbar.

Sedangkan posisinya yang ditinggalkannya akan diisi oleh Kombes Pol dr Farid Amansyah yang sebelumnya menduduki jabatan Karumkit Bhayangkara Bandung pada Biddokkes Polda Jabar.

“Rotasi terhadap sejumlah pejabat utama ini terjadi hampir di seluruh Indonesia. Rotasi berdasar Surat TR dengan nomor: ST/2947/X/KEP/2018, tertanggal 17 November 2018,” terangnya.

Dalam TR yang ditandatangani Irjen Pol Eko Indra Heri tersebut, sedikitnya terdapat 30 pejabat utama bergeser. Mulai dari berpangkat Brigjen Pol hingga pangkat AKBP di seluruh jajaran Polda di Indonesia. (mhs)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

DP2 Makassar Rancang Budidaya Ikan di Selokan

Published

on

Persyaratan untuk bisa membudidayakan ikan tersebut diantaranya jenis lele adalah terpenuhinya unsur kebersihan atau higienitas.

Agakareba.com, Makassar – Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar telah merancang pembudidayaan ikan di saluran pembuangan air warga yakni di selokan.

Program budidaya ikan kita itu sudah berjalan beberapa tahun dan sudah sukses. Kini kami sedang merancang untuk mengembangkan budidaya ikan itu di selokan-selokan,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abdul Rahman Bando di Makassar, Minggu (18/11/2018).

Ia mengatakan rancangannya mengenai budidaya ikan di selokan itu masih akan menunggu waktu karena saat ini syarat untuk pengembangan tersebut belum bisa diterapkan.

Rahman menyebutkan salah satu persyaratan untuk bisa membudidayakan ikan tersebut diantaranya jenis lele adalah terpenuhinya unsur kebersihan atau higienitas.

“Ada banyak syarat tapi yang terpenting itu syarat higienitas ini harus terpenuhi dulu baru bisa kita kembangkan budidaya ikannya di selokan,” katanya.

Dia menyatakan secara keahlian atau sumber daya manusia yang dimilikinya itu, sudah lebih dari cukup untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat.

Namun drainase kebanyakan warga saat ini belum memenuhi unsur kebersihan tersebut sehingga pihaknya mendorong warga agar bisa lebih menjaga higienitas dari saluran pembuangannya.

Kalau mau dikonsumsi itu harus memperhatikan unsur airnya, apakah higienis atau tidak, sehat atau tidak karena unsur ini menjadi prioritas utama,” terangnya.

Rahman menyebutkan rencana untuk bisa menerapkan budidaya ikan tersebut di selokan akan bisa dilakukan, apalagi saat ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama Balai Besar Pompengan Jeneberang sedang menggenjot pembenahan infrastruktur drainase.

“Kalau proyek infrstruktur ini tuntas termasuk pengelolaan air limbahnya, maka rencana pengembangan budidaya ikan di selokan akan segera kita laksanakan,” ucapnya. (mhs)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

“Mappalili” Wujud Pelestarian Budaya Bissu Negeri

Published

on

"Mappalili" merupakan wujud pelestarian budaya yang masih dijaga oleh para Bissu Segeri di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Agakareba.com, Makassar – Upacara adat dan ritual memulai musim tanam padi yang dikenal dengan istilah “Mappalili” merupakan wujud pelestarian budaya yang masih dijaga oleh para Bissu Segeri di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Hal itu dikemukakan Camat Segeri Andi Sadda disela kegiatan persiapa “Mappalili” di rumah Arajang Segeri, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Minggu (18/11/2018).

“Prosesi adat ini berlangsung tiga hari dan puncaknya dilaksanakan hari ini dengan kegiatan ‘Ma’jori’,” kata camat yang juga adalah warga Segeri.

Menurut dia, kegiatan ini sudah masuk program unggulan Pemerintah Kabupaten Pangkep, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dsbudpar), sehingga semua para pemangku kepentingan fokus mengembangkan dan melestarikan budaya Mappalili yang dipimpin oleh Bissu.

Dia mengatakan, budaya Mappalili dan Bissu ini adalah warisan leluhur dan sejarah dari kerajaan Segeri atau Bugis Kuno sehingga patut dilestarikan.

“Bissu sendiri sudah dikenal hingga di mancanegara seperti Belanda dan negara lainnya yang sangat mengagumi seni budaya,” katanya.

Khusus kegiatan ‘Mappalili’ ini, lanjut dia, enam orang Bissu yang masih ada saat ini dibantu oleh masyarakat dan pemerintah setempat untuk menggelar agenda tahunan yang sudah masuk dalam kalender pariwisata Kabupaten Pangkep.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang warga Segeri, Mantasiah. Menurut dia, sejak masa kanak-kanak selalu ikut prosesi Mappalili hingga saat ini, selalu melihat dukungan masyarakat yang bergotong-royong membantu pengadaan perlengkapan Mappalili.

“Begitu pula saat arak-arakan benda pusaka ‘arajang’ Bajak yang dibawa ke sawah atau lapangan,” katanya.

Sementara itu, Bissu Puang Lolo Juleha mengatakan, prosesi Mappalili ini dipimpin oleh Bissu Puang Toa atau Bissu yang dituakan. Namun semua prosesi upacara ritual ini melibatkan semua bissu yang ada.

“Kalau dulu masih ada puluhan Bissu ikut prosesi adat, kini tersisa enam orang Bissu saja, karena sudah banyak yang meninggal dan belum ada regenerasinya,” katanya. (sur)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Agakareba.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya.
© Media Agakareba.com termasuk salah satu anggota jaringan Media Agakareba Group (MAG).
Email :
redaksi@agakareba.com
WA Center :
0878-15557788 , 0855-7777888
© Terbit Sejak 16 Maret 2017