Connect with us

Makassar

NH Keliling dengan Parpol, Aziz Tempuh Cara Lain

Published

on

Agakareba.com, Makassar – Calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) berbagi tugas.

Aziz saat melakukan sosialsisasi tidak melibatkan partai politik.

“Saya jalan terus, dengan cara saya sediri dan Pak NH bergerak dengan partai politik,” kata Aziz, Selasa (20/2/2018).

Tidak digunakannya partai politik saat melakukan sosialisasi menurut Aziz merupakan kesepakatan mereka. Apalagi saat ini sang istri Sabriaty juga tetap jalan melakukan sosialisasi.

“Itu sudah menjadi kesepakatan kami. Saya hanya menjaga basis saja sendiri dan Ibu (Sabriaty) selalu tim pejuang perempuan juga tetap jalan,” lanjutnya.

Disinggung mengenai basisnya yang juga merupakan basis saudaranya, Andi Mudzakkar, dia santai. “Saya anggap itu biasa aja, karena sudah terjadi kita nikmati saja,” imbuh peraih 1.032.113 suara pada pemilihan anggota DPD 2014 itu. (taq)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Makassar

Gubernur Sulsel : Porda Gerakkan Ekonomi Pinrang

Published

on

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah.

Agakareba.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menilai pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-XVI turut menggerakkan perekonomian Kabupaten Pinrang sebagai tuan rumah pelaksaanan kegiatan olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Porda memberi manfaat ekonomi bagi daerah, berapa banyak masyarakat dari Sulsel tumpah di Pinrang, tempat wisata dan restoran akan penuh, ekonomi bergerak,” kata Nurdin Abdullah saat membuka Porda Sulsel ke-XVI di Kabupaten Pinrang, Minggu (24/9/2018).

Ia berharap dari pelaksanaan Porda kali ini akan lahir bibit atlit Sulsel yang dipersiapkan untuk menghadapi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang.

“Jadikan ini sebagai ajang memupuk atlet-atlet berprestasi kita,” ujarnya.

Nurdin mengaku selama ini ada kelemahan terkait pembinaan atlit berperestasi. Biasanya, kata dia, setelah ajang kompetisi selesai para atlit kembali ke pekerjaan sehari-hari, dan tidak lagi berlatih intensif.

“Setelah kompetisi, mungkin kembali lagi jadi tenaga honorer kontrak, menjadi PNS dan sebagainya,” ujarnya.

Padahal, menurut Nurdin, harusnya para atlit diberikan perlakuan khusus agar mereka dapat terus berlatih.

“Para atlet ini harusnya, diberikan kesempatan mempersiapkan diri untuk ajang berikutnya,” kata dia.

Pada pembukaan Porda ini, Nurdin Hadir didampingi oleh Ketua PKK Sulsel Liestiaty F Nurdin. Acara pembukaan dilangsungkan di Stadion Bau Massepe, Kabupaten Pinrang.

Pembukaan dihadiri anggota Forum Koordanasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan para bupati-wali kota serta ketua DPRD se-Sulsel. Hadir juga mantan Gubernur Sulsel Amin Syam dan istri.

Pekan olahraga empat tahun ini dibuka dengan 500 pelajar yang mempersembahkan tari Assiddingetta, sebagai ungkapan selamat datang.Porda ini diselenggarakan hingga 30 September mendatang, dengan 28 cabang olahraga dipertandingkan dan diikuti oleh 3.786 orang atlit.

Pembukaan Porda diwarnai dengan defile kontingen yang tampil di Stadion Baumassepe secara berurutan, yakni, Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto , Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Palopo, Pangkep, Parepare, Selayar, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, Tanah Toraja, Toraja Utara, Wajo, Pinrang, dan Defile Wasit. Kontingen terbanyak 430 orang dari Kontingen Kabupaten Bantaeng.

Defile kabupaten/kota mempersembahkan berbagai atraksi, seperti olahraga andalan, seni, budaya atau ciri khas mereka. Kabupaten Bone tampil sebagai kontingen dengan defile terbaik. (njp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Makassar Raih Emas Pertama Porda dari Karate

Published

on

Kontingen Kota Makassar meraih medali emas pertama Pekan Olahraga Daerah (Porda) Pinrang XVI pada 23-30 September 2018.

Agakareba.com, Pinrang – Kontingen Kota Makassar meraih medali emas pertama Pekan Olahraga Daerah (Porda) Pinrang XVI pada 23-30 September 2018 yang dipersembahkan atlet Krisda Putri dari cabang olahraga karate.

Krisda Putri meraih medali emas melalui nomor kata perorangan putra yang digelar di GOR Indoor Kantor Bupati Pinrang, Sulawesi Selatan Selatan, Minggu (24/9/2018).

“Saya begitu bangga bisa meraih medali emas pertama Porda 2018. Semoga saja masih ada penyumbang medali lagi,” jelasnya usai pertandingan.

Krisda Putri sukses menumbangkan pesaingnya dari Kabupaten Enrekang, Rezqy Dinda yang menempati runner up sekaligus mendulang medali perak.

Sementara medali perunggu diraih oleh dua atlet atau juara tiga bersama melalui Sintia dari Kabupaten Barru, dan Siti Faradiba dari Bantaeng.

Sementara pelatih atlet karate Makassar, Faizal Zainuddin mengatakan raihan medali emas ini menjadi modal untuk kembali mendulangnya. Sebab masih ada enam atlet karate Makassar yang bakal bertanding pada hari ini, pada kelas perorangan.

“Untuk hari ini dikelas kata perorangan masih ada lima. Ada Risda Putri Aprelia, Iskandar Muda, Farid, Arifuddin, Susanti Solihin, Kristina. Insya Allah kami bisa meraih hasil maksimal karena kita turun dengan 17 nomot,” sebut mantan atlet nasional tersebut. (abd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Gubernur Belum Tahu Hibah Lahan Al-Markaz

Published

on

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid.

Agakareba.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid belum mengetahui tentang rencana permintaan hibah yang diajukan Yayasan Islamic Center Al-Markaz terkait dengan pelepasan aset pemprov yang kini dibahas Panitia Khusus DPRD Provinsi Sulsel.

“Saya belum tahu soal itu (permintaan hibah lahan),” kata Nurdin seusai mengikuti Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 di Anjungan Losari Makassar, Minggu (24/9/2018).

Mantan Bupati Bantaeng dua priode ini tidak ingin berkomentar jauh sekaitan dengan hal tersebut karena belum mengetahui persis secara teknis duduk persoalannya.

“Saya belum bisa berkomentar apa yang saya tidak ketahui,” ucapnya.

Sebelumnya, Pansus DPRD Provinsi Sulsel terganjal pengajuan hibah tanah negara tersebut yang diminta pihak Yayasan Islamic Center Al-Markaz Makassar. Pasalnya, ada pihak warga mengkalim lahan tersebut bukan sepenuhnya milik pemprov setempat.

Menurut Ketua Pansus Hibah Lahan Al-Markaz Armin Mustamin, masih ada warga mengklaim sebagian lahan itu milik ahli waris pemilik lahan.

“Tentu ini menjadi masukan dan Pansus melihat masih ada perolehan hak disana dan bukan sepenuhnya aset Pemrov Sulsel,” katanya usai Rapat Dengar Pendapat di Kantor DPRD Provinsi Sulsel, Makassar, belum lama ini.

Hadirnya ahli waris yang mengklaim lahan tersebut miliknya, kata dia, akan menjadi masukan dalam pembahasan Pansus selanjutnya, mengingat pihak Yayasan Al-Markaz meminta hibah lahan kepada Pemprov Sulsel dengan alasan untuk kepentingan umat.

Persoalannya, aset pemrov yang diklaim milik pemerintah ini juga diklaim warga atau ahli waris dengan menunjukkan bukti-bukti kepemilikan perolehan hak sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan lahan tersebut kepada pemohon.

Sementara itu, ahli waris Thoeng Boeng Siang yang mengklaim pemilik lahan berada di dalam objek dengan luas 224.250 meter persegi melalui kuasa hukumnya Amirullah Tahir menilai kurang elok DPRD Provinsi Sulsel menyerahkan lahan tetapi masih ada hak orang lain di sana.

Dalam berkas yang diklaim pemilik lahan itu, dasarnya masih memiliki dokumen eigendom verponding (produk hukum pertanahan pada zaman Belanda) dengan letaknya di titik lokasi 1182 masuk dalam lokasi yang dimaksud.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sedang menggugat Pemrov Sulsel atas sertifikat yang diterbitkan dengan memasukan nomor 1182, milik ahli waris.

“Penerbitan sertifikat itu tidak diserahkan, apalagi disetujui pihak ahli waris, lantas mau diberikan kepada Yayasan Al-Markaz, ini pasti jadi masalah” ungkapnya usai rapat RPD sesi kedua.

Pihak yayasan meminta kepada Pemrov Sulsel seluruh lahan di kawasan Masjid Al-Markas untuk dikembangkan. Lahan khusus berdirinya masjid dan lahan parkir seluas 4 hektare di sebelah kanan kanal.

Lahan kosong di sampingnya sebelah kiri berbatasan kanal hingga seluas 3,2 hektare. Total lahan seluas 7,2 hektare. (mdf)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Agakareba.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya.
© Media Agakareba.com termasuk salah satu anggota jaringan Media Agakareba Group (MAG).
Email :
redaksi@agakareba.com
WA Center :
0878-15557788 , 0855-7777888
© Terbit Sejak 16 Maret 2017