Connect with us

Makassar

KPU Makassar Putuskan Paslon Tetap Satu Pasangan

Published

on

Komisioner KPU Makassar, Abdullah Mansyur.

Agakareba.com, Makassar – Komisi Pemilihan Umum Kota Makassar memutuskan tetap berpedoman pada putusan Mahkamah Agung (MA) dan menetapkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar periode 2018-2023 tetap satu pasangan.

“KPU Kota Makassar akhirnya memutuskan untuk tetap berpedoman pada putusan Mahkamah Agung dalam menyikapi putusan Panwas Kota Makassar Nomor: 002/PS/PWSL.MKS/27.01/V/2018 tertanggal 13 Mei 2018,” ujar Komisioner KPU Makassar Abdullah Manshur, di Makassar, Kamis (17/5/2018).

Adapun pasangan calon yang tetap mengikuti semua tahapan, yakni paslon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Sedangkan petahana Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) gagal kembali menjadi paslon, setelah didiskualifikasi melalui perintah peradilan Mahkamah Agung.

Ia mengatakan, usai menggelar rapat pleno di kantor KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (16/5/2018) malam, Keputusan KPU Kota Makassar Nomor: 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/IV/2018 merupakan tindak lanjut pelaksanaan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 250 K/TUN/Pilkada/2018.

Keputusan tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara berdasarkan ketentuan pasal 2 huruf (e) Undang Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang dapat dimintakan pembatalan.

Selain itu, lanjutnya, putusan Panwas Kota Makassar atas Objek Sengketa Keputusan KPU Kota Makassar Nomor: 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/IV/2018 tersebut, dinyatakan tidak berhubungan dengan ketentuan pasal 144 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang Undang.

Pada penjelasan ayat tersebut menyebutkan bahwa KPU provinsi dan/atau KPU kabupaten/kota wajib menindak lanjuti putusan Bawaslu provinsi dan/atau putusan Panwas kabupaten/kota mengenai penyelesaian sengketa pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lambat tiga hari kerja.

Koordinator Divisi Tekhnis ini juga menjelaskan lebih lanjut bahwa berdasarkan pasal 154 ayat 10 UU Nomor 10/2016 secara tegas menyebutkan, putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (9) bersifat final dan mengikat serta tidak dapat dilakukan upaya hukum Peninjauan Kembali.

Abdullah Manshur mengakui bahwa sikap KPU Makassar dalam menindak lanjuti putusan Panwas tersebut, merupakan hasil konsultasi secara berjenjang.

“Ini adalah hasil konsultasi kami di KPU Provinsi Sulsel dan KPU RI dan keputusan ini dituangkan dalam berita acara rapat pleno tertanggal 16 Mei 2018 yang dihadiri empat komisioner,” katanya pula. (mhs)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Makassar

Feri Menuju Balikpapan Gagal Berlayar Akibat Kerusakan

Published

on

Kapal feri yang melayani rute pelayaran Mamuju Sulawesi Barat menuju Pelabuhan Kariangau, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, mengalami penundaan keberangkatan akibat kerusakan mesin.

Agakareba.com, Mamuju – KM Mandala Nusantara, kapal feri yang melayani rute pelayaran Mamuju Sulawesi Barat menuju Pelabuhan Kariangau, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, mengalami penundaan keberangkatan akibat kerusakan mesin.

Dari pantauan hingga Jumat (22/6/2018) dinihari, sebagian penumpang masih ada yang di pinggir Dermaga Simboro Mamuju, sambil menunggu kapal siap berlayar.

Sementara sebagian penumpang juga beristrahat di ruang-ruang kapal feri yang sedianya berangkat pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 Wita.

“Saya naik ke atas kapal sejak siang tadi (Kamis) sekitar pukul 12.00 Wita dan hingga malam belum diberi makan. Airnya pun di kolam tidak ada sehingga kami tidak bisa ambil air wudlu untuk melaksanakan shalat,” kata seorang penumpang KM Mandala Nusantara, Ibu Misnah.

Penumpang yang mengaku akan berangkat ke Kota Bontang (Kalimantan Timur) itu mengaku, penundaan pelayaran KM Mandala Nusantara itu akibat cuaca buruk.

“Dari informasi yang kami terima dari kru, keberangkatan kapal ditunda akibat adanya cuaca buruk,” ujar Misnah.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Mamuju Agus Melsih membenarkan penundaan pelayaran KM Mandala Nusantara itu akibat mengalami kerusakan salah satu mesin.

“Sebenarnya, menurut keterangan kru, jika dipaksakan kapal bisa saja diberangkatkan tetapi mereka tidak mau mengambil risiko. Salah satu mesin pendukung mengalami masalah dan saat ini masih dalam proses perbaikan,” kata Agus.

Terkait informasi cuaca buruk yang disampaikan ke penumpang, Agus mengatakan bahwa hal itu sengaja dilakukan agar para penumpag tidak panik.

“Jika disampaikan bahwa kapal sedang mengalami kerusakan mesin, dikhawatirkan akan membuat penumpang panik sehingga informasi yang disampaikan bahwa penundaan akibat adanya cuaca buruk,” kata Agus.

Ia menyatakan, sebanyak 239 penumpang KM Mandala Nusantara tersebut, sedianya diberangkatkan pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 Wita.

“Kami tidak memberi toleransi dan jumlah penumpang KM Mandala Nusantara kami sesuaikan kapasitasnya, yakni 239 penumpang. Rencananya, kapal feri berlayar sekitar pukul 15.00 Wita,” katanya.

Namun karena ada kerusakan dan kru kapal memberikan estimasi hingga pukul 24.00 Wita. “Tetapi sampai sekarang belum selesai sehingga kami belum bisa memastikan kapan akan diberangkatkan. Jika sudah selesai, tentu akan segera kami izinkan berlayar,” kata Agus. (amr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Arus Balik – Puncak Arus Balik Poros Polman Padat Lancar

Published

on

Puncak arus balik lalu lintas di jalur Trans Sulawesi Kabupaten Polewali Mandar pada H+5 lebaran Idul Fitri terpantau padat dan lancar.

Agakareba.com, Polewali Mandar (Polman) – Puncak arus balik lalu lintas di jalur Trans Sulawesi Kabupaten Polewali Mandar pada H+5 lebaran Idul Fitri terpantau padat dan lancar.

Pemantauan di Polman, Rabu (20/6/2018) malam, iring iringan kendaraan yang melintas di jalur poros Trans Sulawesi Kabupaten Polman terpantau padat aman dan lancar sejak siang sore hingga malam hari.

Kemacetan kendaraan sempat terjadi di poros trans sulawesi Kecamatan Binuang Kabupaten akibat kecelakaan yang terjadi pada truk pengankut tabung gas, kendaraan tersebut menutup separuh badan jalan.

Polisi setempat kemudian memberlakukan sistem buka tutup jalan, sehingga tampak antrian panjang ratusan kendaraan dari arah selatan Kabupaten Polman hingga pukul 23.00 wita.

Kasat Lantas Polres Polman, AKP Suhartono, mengatakan di jalur Trans Sulawesi di Kabupaten Polman, menghubunkan kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar dan Makassar Provinsi Sulawesi selatan semuanya masih lancar dan terkendali seperti pada arus mudik lebaran.

“Arus balik lebaran tahun ini telah diantisipasi agar tidak terjadi kemacetan yang berarti dengan menyiagakan personil untuk mengantisipasi ketika kecelakaan lalu lintas dan bencana terja,” katanya.

Ia mengatakan Operasi Ketupat Siamasei 2018 guna memperlancar dan mengamankan arus mudik dan balik lebaran, dan polisi telah menyiapkan pos pengamanan dan pelayanan lebaran yang tersebar di sejumlah kecamatan dan titik strategis yang ada di Kabupaten Polman, pos pelayanan lebaran tersebut juga disiapkan untuk res area arus balik pemudik.

Operasi Ketupat Siamasei 2018 juga guna memperlancar dan mengamankan arus mudik lebaran dengan bersiaga di jalan rusak untuk mengatur kelancaran lalu lintas agar arus balik agar tetap aman dan lancar.

“Masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik diminta tetap memanfaatkan pos pelayanan, bagi pemudik yang mengantuk diminta untuk tidak melanjutkan perjalanan, karena telah disiapkan pos pelayanan lebaran di sejumlah kecamatan di Polman,” katanya.

Ia tetap menghimbau agar masyarakat pengendara tetap menjaga keselamatan dan memerhatikan rambu lalu lintas. (mfh)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di 13 Kabupaten

Published

on

Pertamina menambah pasokan elpiji 3 kg di 13 kabupaten di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Agakareba.com, Makassar – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Sulawesi menambah pasokan elpiji 3 kg di 13 kabupaten di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan elpiji selama libur Lebaran 2018.

“Kami akan menyalurkan tambahan total 126.000 tabung elpiji 3 kg di 13 kabupaten di Sulsel dan Sulbar,” kata Manajer Unit Komunikasi dan CSR PT Pertamina MOR VII M. Roby Hervindo di Makassar, Selasa (19/6/2018).

Tiga belas kabupaten yang akan memperoleh tambahan pasokan tersebut, kata dia, adalah Kabupaten Polewali Mandar (10.800 tabung), Majene (3.360 tabung), Mamasa (1.680 tabung), Mamuju (8.400 tabung), Mamuju Tengah (6.720 tabung), Mamuju Utara (5.600 tabung), Pinrang (13.440 tabung), Luwu (15.680 tabung), Luwu Utara (13.440 tabung), Luwu Timur (15.680 tabung), Jeneponto (15.680 tabung), Bulukumba (11.200 tabung), dan Sinjai (5.040 tabung).

Menurut Roby, selama masa Ramadhan hingga Idul Fitri, total konsumsi Elpiji 3 kg di 13 Kabupaten tersebut meningkat tujuh persen di atas konsumsi normal atau sebesar 9.394 metrik ton.

“Karenanya, kami menambah kembali pasokan yang akan disalurkan melalui mekanisme operasi pasar di masing-masing kabupaten,” ujarnya.

Operasi pasar tersebut, lanjutnya, Pertamina bekerja sama dengan Hiswana dan Pemda setempat, yang dilaksanakan pada 19 Juni hingga 23 Juni 2018 di sekitar 225 titik yang tersebar di 13 kabupaten tersebut.

“Alokasi penyaluran tambahan terbanyak terdapat di Kabupaten Luwu, Luwu Timur, dan Jeneponto dengan jumlah alokasi masing-masing 15.680 tabung,” tambahnya.

Roby menjelaskan, selain untuk menyalurkan tambahan pasokan Elpiji, operasi pasar yang digelar juga bertujuan untuk menstabilkan kembali harga jual di tingkat pengecer yang telah melampaui HET di 13 Kabupaten tersebut.

“Berdasarkan pengecekan kami, harga jual tertinggi di tingkat pengecer sudah mencapai Rp20 ribu – Rp25 ribu. Melonjaknya harga di tingkat pengecer ini terjadi akibat rush buying atau pembelian dengan jumlah di atas normal oleh konsumen sehingga konsumsi meningkat tajam dan dimanfaatkan para pengecer untuk menaikan harga,” tuturnya.

Kenaikan konsumsi elpiji ini, lanjut Roby, telah diprediksikan sebelumnya, karenanya Pertamina memastikan stok Elpiji tersedia khususnya mendekati masa lebaran ini.

“Selama masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina sebelumnya telah menambah pasokan elpiji 3 kg di 13 kabupaten tersebut sebanyak 648 MT atau setara 216.000 tabung, dibandingkan konsumsi normal harian,” kata dia.

Untuk ketahanan stok Elpiji di Wilayah Sulsel dan Sulbar mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 9 hari ke depan.

Roby menambahkan, untuk menghindari pembelian di luar kewajaran ataupun penimbunan, pembelian Elpiji 3 kg dalam operasi pasar ini akan dibatasi maksimal 1 tabung per konsumen.

“Pembelian pun harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili, agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata,” tegasnya. (njp)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending