Connect with us

Makassar

BPJS TK Catat Utang Perusahaan Penunggak Iuran Hingga Rp13 Miliar

Published

on

Agakareba.com, Makassar – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Kantor Wilayah Sulawesi dan Maluku dan Direktorat Jenderal Keuangan Negara (DJKN) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggaran Dan Sulawesi Barat membangun komitmen kerja bersama dalam percepatan penagihan piutang iuran BPJS ketenagakerjaan.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Sudirman Simamora mengatakan, penyusunan program kerja bersama DJKN Sulseltrabar ini ditujukan untuk mempertegas sinergitas antara dia lembaga negara dalam mendukung program pemerintah yang telah tertuang dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2011 Tentang BPJS.

“Tahun ini kami merencanakan menyerahkan 326 berkas piutang ke DJKN Sulseltrabar yang tersebar di lima unit KPKNL dengan potensi nilai sebesar Rp13 miliar,” jelas Sudirman, dalam acara FGD Akselerasi Penagihan Piutang BPJS Ketenagakerjaan, di Swissbell Hotel, Kamis,8 Maret.

Dia menambahkan, tahun lalu terdapat 54 perusahaan yang diserahkan ke KPKNL dengan nilai Rp3,5 Miliar dan tertagih sebanyak 22 Perusahaan dengan nilai Rp1,8 miliar.

Kepala Kantor Wilayah DJKN Sulseltrabar, Anugrah Komara mengatakan, sisa piutang BPJS Ketenagakerjaan tahun sebelumnya akan ditindaklanjuti oleh KPKNL pada tahun 2018.

“Dari kegiatan ini, kami akan menindaklanjuti seluruh berkas piutang BPJS Ketenagakerjaan yang juga telah ada sebelum beralih dari PT Jamostek ke BPJS Ketenagakerjaan, dari data kami masih ada 131 berkas piutang dengan nilai outstanding sebesar Rp6,2 miliar, dan ini juga menjadi agenda kami kegiatan ini,” ujarnya.

Anugrah mengharapkan, agar berkas piutang BPJS Ketenagakerjaan yang diserahkan ke KPKNL disertai dengan data valid karena data valid menentukan keberhasilan penagihan KPKNL. (abd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Makassar

Wakapolda Sulsel dan Pamen Lainnya di Mutasi

Published

on

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol, Dicky Sondani.

Agakareba.com, Makassar – Mabes Polri melakukan mutasi kepada sejumlah perwira tinggi serta perwira menengahnya yang diantaranya adalah Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Brigjen Pol Risyapudin Nursin.

TR (telegram rahasia) sudah turun dan diterima dibagian SDM Polda Sulsel. Kalau di Sulsel itu Wakapolda dan Karumkit Bhayangkara yang dimutasi,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Minggu (18/11/2018).

Brigjen Pol Risyapudin Nursin yang sesuai dengan mutasinya akan menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Biro Pengkajian Strategi Staf Operasi (Karojianstra Sops) Polri.

Jabatan wakapolda nantinya akan diisi pejabat baru yakni Brigjen Pol Adnas yang sebelumnya menempati jabatan di Jianstra Sops Polri.

Antara Wakapolda lama dan baru ini hanya bertukar tempat saja. Brigjen Risyapudin mengisi jabatan Brigjen Adnas, sedangkan Adnas menduduki jabatan Risyapudin,” terangnya.

Selain Wakapolda Sulsel, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Ujung Pandang pada Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr Aris Budiyanto juga diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabiddokkes Polda Sulbar.

Sedangkan posisinya yang ditinggalkannya akan diisi oleh Kombes Pol dr Farid Amansyah yang sebelumnya menduduki jabatan Karumkit Bhayangkara Bandung pada Biddokkes Polda Jabar.

“Rotasi terhadap sejumlah pejabat utama ini terjadi hampir di seluruh Indonesia. Rotasi berdasar Surat TR dengan nomor: ST/2947/X/KEP/2018, tertanggal 17 November 2018,” terangnya.

Dalam TR yang ditandatangani Irjen Pol Eko Indra Heri tersebut, sedikitnya terdapat 30 pejabat utama bergeser. Mulai dari berpangkat Brigjen Pol hingga pangkat AKBP di seluruh jajaran Polda di Indonesia. (mhs)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

DP2 Makassar Rancang Budidaya Ikan di Selokan

Published

on

Persyaratan untuk bisa membudidayakan ikan tersebut diantaranya jenis lele adalah terpenuhinya unsur kebersihan atau higienitas.

Agakareba.com, Makassar – Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar telah merancang pembudidayaan ikan di saluran pembuangan air warga yakni di selokan.

Program budidaya ikan kita itu sudah berjalan beberapa tahun dan sudah sukses. Kini kami sedang merancang untuk mengembangkan budidaya ikan itu di selokan-selokan,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abdul Rahman Bando di Makassar, Minggu (18/11/2018).

Ia mengatakan rancangannya mengenai budidaya ikan di selokan itu masih akan menunggu waktu karena saat ini syarat untuk pengembangan tersebut belum bisa diterapkan.

Rahman menyebutkan salah satu persyaratan untuk bisa membudidayakan ikan tersebut diantaranya jenis lele adalah terpenuhinya unsur kebersihan atau higienitas.

“Ada banyak syarat tapi yang terpenting itu syarat higienitas ini harus terpenuhi dulu baru bisa kita kembangkan budidaya ikannya di selokan,” katanya.

Dia menyatakan secara keahlian atau sumber daya manusia yang dimilikinya itu, sudah lebih dari cukup untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat.

Namun drainase kebanyakan warga saat ini belum memenuhi unsur kebersihan tersebut sehingga pihaknya mendorong warga agar bisa lebih menjaga higienitas dari saluran pembuangannya.

Kalau mau dikonsumsi itu harus memperhatikan unsur airnya, apakah higienis atau tidak, sehat atau tidak karena unsur ini menjadi prioritas utama,” terangnya.

Rahman menyebutkan rencana untuk bisa menerapkan budidaya ikan tersebut di selokan akan bisa dilakukan, apalagi saat ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama Balai Besar Pompengan Jeneberang sedang menggenjot pembenahan infrastruktur drainase.

“Kalau proyek infrstruktur ini tuntas termasuk pengelolaan air limbahnya, maka rencana pengembangan budidaya ikan di selokan akan segera kita laksanakan,” ucapnya. (mhs)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Makassar

“Mappalili” Wujud Pelestarian Budaya Bissu Negeri

Published

on

"Mappalili" merupakan wujud pelestarian budaya yang masih dijaga oleh para Bissu Segeri di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Agakareba.com, Makassar – Upacara adat dan ritual memulai musim tanam padi yang dikenal dengan istilah “Mappalili” merupakan wujud pelestarian budaya yang masih dijaga oleh para Bissu Segeri di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Hal itu dikemukakan Camat Segeri Andi Sadda disela kegiatan persiapa “Mappalili” di rumah Arajang Segeri, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Minggu (18/11/2018).

“Prosesi adat ini berlangsung tiga hari dan puncaknya dilaksanakan hari ini dengan kegiatan ‘Ma’jori’,” kata camat yang juga adalah warga Segeri.

Menurut dia, kegiatan ini sudah masuk program unggulan Pemerintah Kabupaten Pangkep, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dsbudpar), sehingga semua para pemangku kepentingan fokus mengembangkan dan melestarikan budaya Mappalili yang dipimpin oleh Bissu.

Dia mengatakan, budaya Mappalili dan Bissu ini adalah warisan leluhur dan sejarah dari kerajaan Segeri atau Bugis Kuno sehingga patut dilestarikan.

“Bissu sendiri sudah dikenal hingga di mancanegara seperti Belanda dan negara lainnya yang sangat mengagumi seni budaya,” katanya.

Khusus kegiatan ‘Mappalili’ ini, lanjut dia, enam orang Bissu yang masih ada saat ini dibantu oleh masyarakat dan pemerintah setempat untuk menggelar agenda tahunan yang sudah masuk dalam kalender pariwisata Kabupaten Pangkep.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang warga Segeri, Mantasiah. Menurut dia, sejak masa kanak-kanak selalu ikut prosesi Mappalili hingga saat ini, selalu melihat dukungan masyarakat yang bergotong-royong membantu pengadaan perlengkapan Mappalili.

“Begitu pula saat arak-arakan benda pusaka ‘arajang’ Bajak yang dibawa ke sawah atau lapangan,” katanya.

Sementara itu, Bissu Puang Lolo Juleha mengatakan, prosesi Mappalili ini dipimpin oleh Bissu Puang Toa atau Bissu yang dituakan. Namun semua prosesi upacara ritual ini melibatkan semua bissu yang ada.

“Kalau dulu masih ada puluhan Bissu ikut prosesi adat, kini tersisa enam orang Bissu saja, karena sudah banyak yang meninggal dan belum ada regenerasinya,” katanya. (sur)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

Redaksi media Agakareba.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya.
© Media Agakareba.com termasuk salah satu anggota jaringan Media Agakareba Group (MAG).
Email :
redaksi@agakareba.com
WA Center :
0878-15557788 , 0855-7777888
© Terbit Sejak 16 Maret 2017